Siapakah Kaesang yang dituduh lakukan penodaan agama?

youtube Hak atas foto Getty Images
Image caption Pejabat penerangan Polres Bekasi Kota belum bisa memastikan apakah sosok terlapor tersebut, yaitu Kaesang, adalah putra bungsu Presiden Joko Widodo atau bukan.

Polres Bekasi Kota menyatakan masih menyelidiki materi video di Youtube yang diduga diunggah seseorang bernama Kaesang yang dilaporkan kepada kepolisian karena dianggap bermuatan ujaran kebencian.

Juru bicara Polres Bekasi Kota juga belum bisa memastikan apakah sosok terlapor tersebut, yaitu Kaesang, adalah putra bungsu Presiden Joko Widodo atau bukan.

"Belum (bisa dipastikan), karena masih dalam proses (penyelidikan). Nama 'kan banyak. Tidak hanya satu orang," kata Kasubag Humas Polres Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing kepada BBC Indonesia, Rabu (05/07).

Sejumlah media sebelumnya melaporkan bahwa seseorang bernama Muhammad Hidayat, kelahiran 1964, telah melaporkan sosok Kaesang ke Polres Kota Bekasi pada Selasa (04/07) sekitar pukul 11.00 WIB.

Dalam surat laporannya, yang beredar di media, Hidayat menganggap materi video yang diunggah Kaesang ke akun Youtube miliknya bermuatan ujaran kebencian. Hidayat menyebut bahwa video itu diunggah terlapor pada 29 Mei 2017 lalu.

'Pasti kita tindaklanjuti'

Erna membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pelaporan terhadap sosok Kaesang tersebut. "Laporannya si Muhammad itu kemarin (Selasa)."

BBC Indonesia belum mendapatkan materi video yang dilaporkan tersebut, dan Polres Bekasi Kota menyatakan belum bisa memastikan apakah video tersebut adalah video yang diunggah oleh putra bungsu Presiden Joko Widodo.

"Makanya kami masih melakukan penyelidikan," kata Kompol Erna Ruswing.

Ketika ditanya apakah Polres Bekasi Kota akan tetap menindaklanjuti pelaporan ini, Kompol Erna Ruswing mengatakan: "Pasti akan kita tindaklanjuti, tapi masih belum selesai permasalahannya (terkait penyelidikan) ini."

Sampai Rabu (05/07) pukul 11.00 WIB, belum ada keterangan resmi dari Kantor Kepresidenan atau putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, atas pelaporan tersebut.

Berita terkait