Cerita seorang perempuan kabur dari komunitas poligami di AS

Faith Bistline Hak atas foto Faith Bistline
Image caption Keluarga besar Faith Bistline.

Faith Bistline tumbuh di lingkungan poligami. Dia melarikan diri pada 2011 dan sekarang dia berbagi ceritanya.

Sekitar 140 kilometer sebelah timur laut Grand Canyon, di gurun tandus yang dikelilingi tebing kemerahan dan ngarai yang besar, hiduplah komunitas Short Creek.

Ini adalah markas FLDS (Fundamentalist Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints) - sebuah cabang agama Mormon yang terkenal dengan gaya hidup konservatif (tanpa televisi dan internet), pakaian jadul (perempuan dengan busana panjang - prairie dress) dan poligami yang memungkinkan seorang laki-laki bisa menikah dengan banyak istri.

Setelah didera rangkaian skandal, pimpinan religius mereka, Warren Jeffs, kini berada dalam penjara. Tapi komunitas dan gaya hidupnya masih dipraktikkan sepenuhnya di kota kembar Hildale dan Colorado City persis seperti 100 tahun lalu.

Seperti dilaporkan BBC Future, sejarah panjang poligami dalam komunitas tersebut telah berujung pada masalah genetik yang serius.

Tapi bagaimana rasanya hidup di komunitas poligami semacam Short Creek? BBC Future berbicara dengan Faith Bistline tentang kehidupan lampaunya di wilayah itu dan momen-momen penuh tekanan yang membuatnya memutuskan melarikan diri.

Ceritakan tentang keluarga Anda

"Saya punya tiga ibu dan 27 saudara. Saya rasa abang tertua saya berusia 42 tahun dan paling muda... berusia empat tahun ketika saya kabur, jadi saya pikir sekarang sudah 10 tahun.

Ayah saya diusir ketika saya berusia 13 tahun dan dia tidak pernah hadir dalam hidup saya sejak itu. Dia datang ketika kakek saya meninggal enam bulan setelah dia pergi, dan dia bahkan tidak mengenali banyak dari kami. Aneh memang."

"Hampir setiap orang dewasa di Colorado City terlibat dalam pernikahan poligini. Mereka percaya bahwa seorang pria harus menikah setidaknya dengan tiga perempuan untuk akhirnya masuk surga. Tapi tidak semua orang punya sebanyak itu. Anda harus dianggap layak, jadi beberapa pria hanya memiliki satu atau dua."

Seperti apa rutinitas keseharian di sana?

"Jadi kami harus bangun jam 0.:00 pagi dan kemudian kami mengikuti kelas keluarga. Dalam kesempatan itu, ayah saya akan membacakan salah satu khotbah nabi. Setelah itu kita semua akan berlutut untuk berdoa. Kemudian salah satu ibu memasak sarapan dan ayah saya akan pergi bekerja."

"Sebagian ibu saya bekerja, sehingga mereka juga akan pergi. Sementara seorang ibu lainnya akan tinggal bersama anak-anak. Lalu saya akan sekolah sepanjang hari dan di malam hari kami akan memiliki kelas keluarga lagi setelah makan malam - kemudian diulang lagi. Setiap hari dengan kegiatan yang sama."

Apakah pada akhirnya Anda akan menikah juga?

"Oh ya, pasti. Ada sebuah sistem. Agar seseorang bisa menikah, ayah mereka harus pergi ke Warren Jeffs dan berkata, 'Hei, anak laki-laki atau perempuan saya sudah siap,' dan kemudian dia akan dijodohkan. Jika suami Anda belum menikah lagi dengan seseorang, mungkin dia akan diberi istri lain."

Jika ada sejumlah pria memiliki beberapa istri, apakah berarti ada pria-pria yang tidak kebagian istri?

"(Sistem) ini berhasil karena banyak anak laki-laki yang lebih muda diusir keluar saat mereka remaja. Beberapa dari mereka mulai menonton film dan hal-hal semacam ini tidak diperbolehkan, sehingga akan ada lebih banyak perempuan daripada laki-laki."

Mengapa ayah Anda diusir?

"Dia sebenarnya tidak pernah menceritakannya, tapi setelah Warren Jeffs ditangkap, polisi merilis semua catatannya - dia mencatat semua hal - dan kami baru tahu bahwa Warren Jeffs pernah bermimpi bahwa ayah saya menyerahkannya pada FBI. Kami pikir itu alasannya."

Apakah ada saudara laki-laki Anda yang pergi?

"Ya, ini terjadi pada tiga saudara laki-laki saya, salah satunya masuk perguruan tinggi setelah keluar selama beberapa tahun - dia belajar teknik biofisika - tapi dia lebih tua dari saya. Dan ada dua lagi di Los Angeles."

"Salah satu dari mereka masih berusaha untuk bertobat karena dia ingin kembali masuk agama kami. Lalu yang satunya sempat ingin seperti itu juga, tapi sekarang dia mulai pelan-pelan beradaptasi dengan dunia luar. Anda tidak diperbolehkan berhubungan dengan keluarga Anda setelah Anda pergi. Jadi saya tidak tahu semua hal ini sampai saya lari dari rumah."

Apakah Anda pernah mempertanyakan agama?

"Mereka akan selalu memberi tahu kami di gereja, jika kita memiliki pertanyaan 'tempatkan saja di atas rak'. Maksudnya adalah tidak perlu khawatir, mereka berpikir Warren Jeffs tahu apa yang sedang dilakukannya. Saya tidak berpikir banyak orang bergosip dan jika mereka melakukannya biasanya akan ketahuan."

"Saya pikir saya beruntung karena kebetulan saya dilahirkan di FLDS. Kami selalu diberitahu bahwa dunia luar adalah dunia yang sangat jahat - saya pikir orang normal sangat menderita dengan kehidupan mereka.

"Ketika saya menimbang untuk lari dari rumah atau tidak, saya menghubungi saudara laki-laki saya yang keluar sekitar enam tahun sebelumnya. Saya bertanya apakah dia menyesali keputusannya dan dia berkata, 'Tidak, ini adalah hal terbaik yang pernah saya lakukan.' Jadi saat itulah saya seperti menyadari... saya mulai mempertanyakan semuanya. "

Hak atas foto Faith Bistline
Image caption Faith Bisline sewaktu masih bergabung dalam komunitas Mormon (kanan), dan ketika dia telah melarikan diri (kiri).

Kapan Anda memutuskan untuk pergi?

"Saya bertemu pacar saya setelah dia memulai rumor bahwa kami berkencan. Awalnya saya hanya menginginkan nomor teleponnya karena saya marah - pacaran itu melawan peraturan. Dia telah meninggalkan FLDS pada saat itu, tapi dia masih kembali ke Colorado City untuk bertemu kawan-kawannya. Akhirnya kami membuat rencana untuk bertemu.

"Rumah saya punya dinding bata tinggi di sekitarnya, jadi dia parkir di sana agar tersembunyi di baliknya. Saya menyelinap keluar tapi tidak lama kemudian keluarga saya menyadari bahwa saya hilang. Lima saudara laki-laki saya naik ke sebuah truk dan mencari saya. Pacar saya sangat khawatir.

"Saudara laki-laki saya berteriak dan meminta saya menepi - tapi ketika saya bertanya apa yang akan mereka lakukan, mereka mengatakan bahwa mereka ingin mematahkan lehernya. Bagaimanapun, kami mulai ngebut dan hari mulai gelap. Kami menikung dan hampir mengalami kecelakaan, saya takut, jadi saya memintanya untuk melambat dan saya melompat keluar. Kemudian saudara laki-laki saya membawa saya pulang.

"Keesokan harinya, mereka membawa saya ke kantor mereka untuk membantu memasukkan sejumlah data, saya berhasil tetap berkomunikasi dengan pacar saya - yang baru saja saya bertemu beberapa kali - dan dia memberi saya telepon rahasia sehingga kami bisa berbicara. Saya menyembunyikannya di bra saya. Belakangan malam itu saya menyalakannya dan sebuah pesan muncul, 'Saya mencintai kamu'."

Bagaimana Anda lari dari rumah?

"Beberapa bulan kemudian saya dikeluarkan dari gereja - tapi bukan dari agama - karena ini cara mereka menghukum orang. Keluarga saya mulai menolak saya, sangat menyakitkan dan saat itulah saya tahu saya harus pergi.

"Pacar saya melaju di tengah malam, parkir di belakang dinding bata dan mematikan lampu depan. Mobil itu kecil dengan lima orang lainnya, tapi saya berhasil menjejal beberapa tas di sana. Saya membawa semua jurnal yang saya tulis, sekotak surat, tiga pasang celana jins dan tiga baju, saya meninggalkan semua pakaian panjang saya, kecuali pakaian yang saya kenakan. Saya sudah sangat dicuci otak pada saat itu. Dalam perjalanan keluar kota saya terkejut bahwa saya tidak disambar petir. "

Apa penyesuaian terbesar Anda?

"Semuanya berbeda di luar, tapi saya berusaha menyesuaikan diri. Kedengarannya konyol tapi butuh waktu lama untuk memikirkan apa yang harus dilakukan dengan rambut saya - kami selalu mengikatnya ke belakang, jadi saya bertanya-tanya, 'bagaimana gadis-gadis membuat rambut tampak cantik di sekeliling wajah mereka?'

"Kosmetik, itu hal lain, saya tidak pernah bisa memakainya dengan benar. Oh dan butuh satu tahun penuh untuk terbiasa melihat diri saya dengan celana. Saya merasa sangat menarik - saya punya kaki!"

Apakah Anda setuju dengan pernikahan poligini?

"Tidak, tidak, saya hanya tidak berpikir itu adil. Dalam pernikahan poligami yang saya lihat, pria itu selalu bertanggung jawab dan perempuan - mereka lebih rendah, saya kira. Itu tidak masuk akal bagi saya. Saya percaya pada kesetaraan jenis kelamin dan saya tidak berpikir bahwa dalam poligini mereka setara."

Anda bisa membaca artikel ini dalam bahasa Inggris berjudul I have three mothers and 27 siblings atau artikel lain di BBC Future.

Topik terkait

Berita terkait