Konspirasi dahsyat Illuminati ternyata melibatkan wartawan 'Playboy'

illuminati

Kisah tentang bagaimana mitos tentang Illuminati meledak, mengungkapkan bagaimana berita palsu menyebar sekarang ini serta rahasia di balik psikologi para pendukung mereka yang paling fanatik.

Illuminati adalah teori konspirasi yang membuat semua teori konspirasi lain di muka bumi ini tak ada artinya. Ibaratnya induk dari setiap intrik lain di kolong langit, Illuminati seakan jadi maha penguasa yang mengendalikan seluruh urusan dunia, yang beroperasi diam-diam sembari tekun membangun Tata Dunia Baru.

Siapa nyana, paranoia yang tidak masuk akal ini dimulai dengan karya fiksi lucu di tahun 1960an. Lalu apa artinya hal ini bagi kesiapan kita untuk mempercayai apa yang kita baca dan dengar - dan apa yang dapat diungkap oleh mitos Illuminati tentang berita dan cerita palsu yang terus dipengaruhinya sekarang ini?

Ketika kebanyakan orang mencoba menelisik sejarah kelompok rahasia ini, mereka terdampar di Jerman bersama Orde Iluminati di masa Pencerahan atau Renaisans. Itulah sebuah masyarakat rahasia Bayern yang didirikan pada tahun 1776, sebagai wadah bagi para intelektual untuk berkumpul bersama dan menentang pengaruh berlebihan agama dan kaum elit dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak kaum progresif terkenal yang bergabung, namun, sebagaimana Freemason, lambat laun mereka dilarang oleh kalangan konservatif dan Kristen, mereka pun lenyap.

Hak atas foto Stefano Bianchetti/Corbis via Getty Images
Image caption Piramida dan mata yang memantau semuanya, digunakan dalam lembar dolar Amerika. Mata dan piramida itu juga digunakan sebagai simbol sekte Illuminati di Bayern, Jerman, pada abad ke 18.

Begitulah keadaannya sampai tahun 1960an. Dan Illuminati yang kita dengar hari ini hampir tidak ada urusannya sama sekali dengan orang-orang Bayern tahun 1776 itu, seperti yang dipaparkan penulis dan wartawan David Bramwell, seorang pria yang mendedikasikan dirinya untuk mendokumentasikan asal usul mitos tersebut.

Justru era mania budaya tandingan, (generasi bunga yang penuh dengan obat bius) LSD dan antusiasme pada filsafat Timur adalah faktor-faktor utama yang mendorong inkarnasi modern kelompok Illuminati (yang sama sekali tidak berdasar) ini. Semuanya dimulai di suatu tempat di antara Summer of Love dan fenomena (generasi bunga) hippie, ketika sebuah cetakan teks kecil muncul: Principia Discordia.

Buku itu, singkatnya, adalah naskah parodi untuk suatu agama parodi, namanya -Discordianisme, atau 'ketidak-selarasanisme' yang disulap oleh para anarkis dan pemikir antusias untuk menawarkan kepada para pembacanya sesembahan baru: Eris, dewi kekacauan. Gerakan Discordia pada akhirnya adalah sebuah kolektif yang ingin memicu pembangkangan sipil, lelucon jahil dan tipuan lucu hoax.

Naskah itu sendiri tidak pernah menjadi sesuatu yang lebih dari sekedar luapan kepenasaranan gerakan budaya tandingan. Tapi salah satu ajaran agama itu - bahwa kegiatan ngawur semacam itu dapat membawa perubahan sosial dan memaksa individu untuk mempertanyakan parameter realitas - diabadikan oleh seorang penulis, Robert Anton Wilson.

Bramwell mengatakan, Wilson dan salah seorang penulis Principia Discordia, Kerry Thornley, "menyimpulkan bahwa dunia sudah menjadi terlalu otoriter, terlalu mengekang, terlalu tertutup, terlalu diatur."

Mereka ingin membawa chaos, kekacauan kembali ke masyarakat untuk mengguncang-guncangkan segala sesuatu, dan "cara melakukannya adalah dengan menyebarkan disinformasi. Untuk menyebarkan informasi yang salah melalui semua portal - melalui budaya tandingan, melalui media arus utama, melalui cara apa pun. Dan mereka memutuskan untuk mulai melakukan semua itu dengan menceritakan kisah tentang Illuminati."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Novel 'Angels and Demons' karya Dan Brown, yang kemudian difilmkan, mengukuhkan mitos tentang konspirasi 'Illuminati.'

Saat itu, Wilson bekerja untuk majalah pria Playboy. Dia dan Thornley mulai mengirimkan surat-surat palsu yang seakan dikirim pembaca tentang rahasia organisasi elite yang disebut Illuminati. Kemudian mereka mengirim surat-surat lain lagi, seakan membantah isi surat yang mereka kirim sebelumnya.

"Jadi, konsep di balik hal ini adalah bahwa jika kita memunculkan sedikit sudut pandang yang berlawanan mengenai sebuah cerita, maka secara teori - idealnya - kebanyakan orang akan menaruh perhatian dan berpikir, 'tunggu sebentar, ada apa ini'," kata Bramwell. "Mereka bertanya pada diri sendiri, 'Dapatkah saya mempercayai cara informasi tersebut diberikan kepada saya?' Ini adalah cara ideal untuk membuat orang terbangun dengan realitas yang disugestikan untuk mereka hidupi - yang tentu saja tidak terjadi dengan cara yang mereka harapkan. . "

Chaos dalam mitos Illuminati memang bergerak sangat jauh dan luas - Wilson dan seorang penulis Playboy lainnya lagi menulis 'The Illuminatus!' Sebuah trilogi yang mengarahkan berbagai 'peristiwa yang ditutup-tutupi' di zaman kita, kepada Illuminati. Misalnya, siapa yang menembak John F Kennedy - diarahkan ke Illuminati.

Buku-buku itu sukses begitu mengejutkan, sehingga diangkat menjadi lakon teater yang dipanggungkan di Liverpool, mengorbitkan karir dari aktor Inggris Bill Nighy dan Jim Broadbent.

Hak atas foto Stefano Bianchetti/Corbis via Getty Images
Image caption Penerimaan seorang Illuminatus (Illuminati) - dimuat dalam 'Histoire des societes secretes, politiques et religieuses' karya Pierre Zaccone (1817-1895).

Band elektronik Inggris The KLF juga menyebut diri mereka The Justified Ancients of Mu Mu, yang merupakan nama band kelompok Discordia yang menyusup ke Illuminati dalam buku trilogi Wilson karena mereka terinspirasi oleh ideologi anarkis agama tersebut. Kemudian, kartu permainan peran Illuminati muncul pada tahun 1975 yang membekaskan dunia mistis dari masyarakat rahasia Illuminati rekaan ini ke seluruh generasi.

Sekarang ini, Illuminati adalah teori konspirasi yang paling banyak dibicarakan di dunia; Bahkan selebritas seperti Jay-Z dan Beyonce mengambil simbolisme kelompok itu, dengan mengangkat tangan mereka membentuk segitiga Illuminati saat konser. Ini susah sekali untuk mendorong suatu epifani hebat - kesadaran bahwa itu semua palsu - yang awalnya merupakan tujuan para pendukung Discordianisme.

Hak atas foto Frank Micelotta/Getty Images
Image caption Jay-Z dan isterinya, Beyonce adalah dua sosok selebritas dunia yang mengambil alih simpol Illuminati dalam konser mereka.

Budaya penerbit mini dan majalah tahun 60-an seakan begitu jauh dari internet yang sekarang begitu global dan terkonvergensi, dan tidak dapat disangkal lagi bahwa kecenderungan internet untuk membagikan dan menyebarkan rumor Illuminati di situs web seperti 4chan dan Reddit telah meroketkan gagasan tentang Illuminati itu pada ketenarannya yang seperti sekarang ini.

Tapi kita hidup di dunia yang penuh dengan teori konspirasi dan, yang lebih penting lagi, orang-orang yang percaya pada teori konspirasi; Pada tahun 2015, para pakar politik menemukan bahwa sekitar setengah warga Amerika Serikat mendorong setidaknya satu teori konspirasi. Isinya bisa apa pun: mulai dari Illuminati sampai konspirasi tentang di mana Obama lahir, atau keyakinan yang dipegang luas bahwa peristiwa 9/11 merupakan perbuatan orang dalam dari badan intelijen AS.

"Teori konspirasi tidak berwajah tunggal," kata Viren Swami, profesor psikologi sosial di Anglia Ruskin University. "Ada perspektif yang berbeda-beda tentang mengapa orang percaya pada teori-teori ini, dan itu tidak harus begitu khusus - jadi bentuk penjelasan yang paling sederhana adalah orang-orang yang percaya teori konspirasi menderita semacam psikopatologi."

Kesimpulan lain yang ditarik para peneliti adalah teori-teori ini dapat memberikan cara rasional untuk memahami kejadian yang membingungkan atau mengancam harga diri. "Mereka memberi penjelasan yang sangat sederhana," tambah Swami, yang dalam penelitian yang diterbitkan tahun 2016 menyimpulkan bahwa orang-orang yang percaya pada teori konspirasi lebih cenderung menderita stres daripada orang-orang yang tidak percaya. Psikolog lain juga menemukan tahun lalu bahwa orang dengan tingkat pendidikan tinggi cenderung tidak percaya pada teori konspirasi.

Hak atas foto Amanda Edwards/Getty Images
Image caption Seorang perempuan menunjukan tato di pinggangnya berupa lambang segitiga yang dibentuk oleh tangan, simbol penyanyi Jay-Z yang diambil-alih dari simbol Illuminati.

Gambaran yang muncul dari mereka tentang Amerika modern adalah gambaran gelap, terutama bagi Swami yang telah melihat perubahan pada orang-orang yang biasanya mempromosikan bahan konspirasi. "Di Asia Selatan, khususnya, teori konspirasi telah menjadi mekanisme bagi pemerintah untuk mengusasai rakyat.

Di Barat, biasanya justru sebaliknya; Mereka menjadi subyek orang-orang yang tak berdaya, yang tak punya kekuasaan, dan ketakberdayaan itu yang menimbulkan teori konspirasi untuk menantang pemerintah. Seperti terjadi pada teori menyangkut peristiwa 9/11. Pada orang yang tidak berdaya, teori konspirasi dapat menabur benih protes sosial dan membuat orang bisa mempersoalkan sesuatu.

"Namun terjadi perubahan sekarang dengan politisi, terutama Donald Trump, yang mulai menggunakan konspirasi untuk memobilisasi dukungan."

Presiden Amerika Serikat ke-45 ini juga terkenal lantang sebagai penganut 'birther', teori bahwa Presiden Obama tidak benar-benar lahir di Hawaii, atau di tanah AS mana pun, dan karenanya tidak konstitusional untuk menjabat presiden.

Dia juga menuduhkan terjadinya berbagai kecurangan dalam pemilihan umum 2016 yang ia menangkan sendiri, dan tim kampanyenya bertanggung jawab dalam menyebarkan kabar yang kemudian terbukti palsu seperti Pizzagate dan Pembantaian Bowling Green.

Hak atas foto Imagno/Getty Images
Image caption Ukiran nisan bertarikh 1789 dari seorang anggota Illuminati Jos. Ernst Gilowsky di pekuburan St Peter di Salzburg, Austria.

Saya bertanya kepada Swami apakah terjadinya pergeseran dalam penggunaan teori konspirasi ini bisa mempengaruhi politik dalam jangka panjang. "Orang bisa tak terlibat dengan politik arus utama jika mereka percaya pada teori konspirasi," kata Swami. "Mereka lebih cenderung terlibat dengan politik pinggiran. Mereka juga cenderung lebih gampang terlibat dengan pandangan rasis, xenofobia dan ekstremisme. "

Kisah tentang adanya elit rahasia yang tak tersentuh pasti bergema di kalangan orang-orang yang merasa ditinggalkan dan tidak berdaya; Trump mengatakan bahwa ia ingin mewakili orang-orang ini, terutama dikawasan Jalur Karat (Rust Belt) Amerika yang pernah sangat kuat.

Namun, bukannya merasa lebih terwakili di ruang kekuasaan oleh seorang non-politisi seperti mereka - dan secara teoritis akan merasa kurang tidak berdaya dan rentan terhadap terori konspirasi,- sepertinya banyak orang Amerika justru lebih banyak lagi yang mempercayai cerita seperti Illuminati.

"Jika Wilson masih hidup hari ini, dia akan separuh senang, separuh tercengang," kata David Bramwell. "Sejauh yang mereka kira di tahun 60an itu, kebudayaan agak terlalu ketat. Saat ini, sepertinya semuanya serba longgar."

"Mungkin nantinya semuanya akan lebih stabil karena juga banyak usaha untuk melawan 'berita palsu' dan propaganda. Kita mulai mengerti bagaimana media sosial memberi kita cerita yang sesuai dengan yang kita ingin yakini. Tak ubahnya gema dinding di kamar."

Antara forum-forum internet, sambutan-sambutan di budaya populer dan kapasitas imajinasi manusia yang umumnya tidak terbatas, para pencari kebenaran dan pemeriksa fakta mungkin akan membuktikan kepalsuan mitos Illuminati untuk selamanya.


Versi asli tulisan ini bisa Anda baca pada artikel berjudul The acidental invention of the Illuminati conspiracy di laman BBC .

Berita terkait