Apa saja mitos-mitos tentang bau mulut?

kumur

Claudia Hammond mengungkap fakta di balik berbagai mitos yang banyak orang percaya tentang bau mulut.

Berikut beberapa di antaranya.

MITOS: BAU MULUT BISA DIKETAHUI DENGAN MENCIUM NAFAS YANG DIHEMBUSKAN KE TANGAN

Metode ini tidak tepat karena napas yang dihembuskan ke tangan biasanya tidak mencakup nafas yang berasal dari mulut bagian belakang, yang ikut keluar saat kita berbicara. Padahal gas yang diproduksi di lidah bagian belakang adalah sumber bau.

Dokter punya tiga cara untuk mendeteksi bau mulut. Pertama, mereka langsung menghirup nafas pasien dengan jarak lima sentimeter dari mulut. Kedua, dokter menelisik kandungan yang menempel di sendok yang ditarok di lidah selama beberapa saat. Serta ketiga, menggunakan air liur pasien yang didiamkan di ruang inkubasi bersuhu 37 celcius selama lima menit.

Sebenarnya, tidak berarti orang yang merasa bau, nafasnya benar-benar bau. Mereka salah menginterpretasikan orang yang mundur menjauhi mereka ketika berbicara. Berdasarkan penelitian, hanya sekitar 22 hingga 50% orang yang merasa nafasnya kurang sedap, benar-benar bau mulut.

MITOS: JIKA NAFAS BAU BERARTI ANDA PUNYA PENYAKIT DALAM

Bau berasal dari gas belerang di mulut yang punya aroma khusus. Misalnya hidrogen sulfida yang berbau seperti telur busuk, salah satu bau nafas yang paling tidak disukai. Namun, ada yang lebih buruk lagi, yaitu gas ethy mercaptan yang berbau seperti kubis busuk.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Menyikat gigi dan lidah memang dapat menghilangkan bau mulut meskipun untuk sementara.

Gas tersebut muncul karena akumulasi dari sisa makanan dan bakteri yang tersangkut di lidah bagian belakang. Meskipun begitu, kabar baiknya, masalah ini hanya sementara. Bau tersebut mungkin muncul setelah Anda makan bawang, minum kopi atau merokok. Bau juga bisa muncul jika Anda punya masalah gigi; misalnya gusi bengkak dan infeksi di lidah.

Memang ada sebagian kecil bau mulut yang dipicu oleh masalah bagian tubuh lain, misalnya telinga, hidung, tenggorokan, paru-paru atau saluran pencernaan. Namun, jika itu adalah penyebabnya, biasanya bau mulut bukan satu-satunya gejala.

MITOS: BERKUMUR PASTI MENGHILANGKAN BAU MULUT

Hal pertama yang dilakukan banyak orang ketika mereka merasa nafasnya bau adalah berkumur-kumur dengan menggunakan obat kumur. Bau mint tentu akan menyembunyikan mau mulut untuk jangka pendek. Banyak juga obat kumur yang mengandung antiseptik. Pada dasarnya, cara tersebut dilakukan untuk membunuh bakteri penyebab bau.

Meskipun begitu, penggunaan obat kumur ini sebenarnya kontroversial. Pasalnya banyak yang mengandung alkohol dan membuat mulut cepat dehidrasi. Mulut yang kering akan semakin cepat bau.

Minum air putih sepanjang hari, tentunya juga membantu menghilangkan bau mulut dengan membersihkan sisa makanan dan mencegah mulut menjadi kering.

Badan riset kesehatan Inggris, Cochrane, baru-baru ini melakukan penelitian terkait bau mulut. Mereka mengungkapkan jika obat kumur mengandung chlorhexidine dan cetylpyridinium chloride, chlorine dioxide, atau zinc, maka obat kumur tersebut dapat mengurangi bau mulut untuk beberapa lama. Penelitian masih terus berlanjut untuk mencari tahu kandungan apa yang paling tepat untuk menghilangkan bau mulut.

Cara lain untuk menghilangkan bau adalah dengan menggunakan pembersih lidah khusus. Laporan terkini Cochrane menyebut, pembersih lidah ini cukup efektif, meskipun efeknya cuma sebentar. Cochrane juga mengingatkan penggunaan pembersih lidah bisa berbahaya, terutama kalau lidah ditekan terlalu keras. Jika Anda menggunakan sikat gigi untuk membersihkan lidah, pastikan Anda menggunakan sikat gigi berbulu halus.

MITOS: BAKTERI DI MULUT ITU BERBAHAYA

Setiap orang punya sekitar 100 sampai 200 jenis mikroba di mulutnya. Banyak bakteri ini yang diperlukan untuk tubuh, termasuk untuk proses pencernaan atau melawan penyakit. Saat ini para ilmuwan sedang mencari cara untuk menemukan zat yang bisa menarget bakteri penyebab bau mulut tanpa membunuh bakteri yang justru diperlukan tubuh.

Pada uji coba fase pertama dan kedua, ilmuan telah menemukan cara untuk membunuh bakteri yang muncul karena kerusakan gigi. Caranya dengan menggunakan jel yang bisa diperoleh di berbagai klinik dan apotek.

Image caption Jika orang menjauh saat berbicara dengan Anda, mungkin saja bukan karena mulut Anda bau, tetapi karena hal lain.

Ke depannya diharapkan jel serupa bisa ditemukan untuk membunuh bakteri penyebab bau mulut.

Namun, untuk sampai ke sana jalannya masih panjang. Yang bisa Anda lakukan sekarang adalah rajin menggosok gigi, jangan merokok, mengonsumsi makanan seimbang, dan langsung kunjungi dokter gigi jika tiba-tiba nafas Anda dibilang bau.

Anda bisa membaca artikel di atas dalam Bahasa Inggris, dengan judul The biggest myths about bad breath di BBC Future.

Topik terkait

Berita terkait