Sebuah desa tua di Maroko yang berwarna biru

Ide para perempuan untuk 'merias' desa mereka yang membosankan telah membuat desa Chefchaouen menjadi salah satu tujuan wisata 'paling menarik' di Maroko.

Dicetuskan para wanita

Hak atas foto David Perry
Image caption Berada di pegunungan Rif di Maroko bagian utara, dulunya desa Chefchaouen -sebuah desa abad pertengahan- adalah sebuah desa perlintasan saja, bukan tempat singgah. Tapi, para wanita desa ini memiliki sebuah ide cemerlang untuk membuatnya populer: mengecatnya dengan warna biru.

Tradisi baru

Hak atas foto David Perry
Image caption "Warna biru di Chefchaouen baru dimulai 20 tahun lalu," kata pemandu wisata setempat, Abdeslam Mouden, yang ingat bahwa dulunya desa tersebut didominasi warna putih. "Menurut tradisi, hanya satu daerah di desa yang dicat warna biru, yaitu kawasan tua yang dihuni para pemeluk Yahudi. Sekarang, seluruh daerah di kota tua tersebut dicat tiga kali per tahun."

Pertanyaan-pertanyaan tak terjawab

Hak atas foto David Perry
Image caption Tidak ada seorang pun yang yakin mengapa benteng pegunungan kecil ini bercat biru. Beberapa orang mengatakannya sebagai warna spiritual bagi umat Muslim dan Yahudi, namun sebagian orang meyakininya sebagai penghormatan kepada mata air pegunungan yang memungkinkan terbentuknya permukiman di sebuah lanskap yang tak ramah. Sebagian lain berpendapat warna biru mengusir nyamuk.

Pembaruan perkotaan

Hak atas foto David Perry
Image caption Tidak hanya para wanita yang memulai tradisi ini, tapi mereka juga melanjutkannya hingga kini dengan membentuk beberapa tim yang terdiri dari dua atau tiga orang untuk mengecat pada larut malam ketika penduduk Chefchaouen sedang tidur. Tak banyak tanda dari pekerjaan mereka pada keesokan harinya, selain cat yang mengering.

Dikerjakan dengan tangan

Hak atas foto David Perry
Image caption Anda bisa berjalan-jalan di Chefchaouen untuk melihat seberapa tinggi seorang pengecat dapat menjangkaunya: lantai dasar diwarnai dengan cermat tapi di bangunan-bangunan bagian atas sering kali berwarna putih orisinal atau batu asli.

Petunjuk-petunjuk yang membantu

Hak atas foto David Perry
Image caption Sama seperti di sebagian besar kota di Maroko, kawasan tua Chefchaouen penuh dengan gang-gang yang membingungkan. Jika Anda menemukan jalan utama yang juga dicat, itu pertanda Anda tiba di sebuah jalur yang akan mengarah ke gang buntu.

Perubahan warna-warna

Hak atas foto David Perry
Image caption Pada saat matahari bergerak melintas di langit -menyinari beberapa kawasan Chefchaouen sementara daerah lainnya dalam bayang-bayang- rona warna biru di desa tersebut terlihat berubah. Di alun-alun di bawah langsung sinar matahari, warnanya menjadi biru kutub atau biru cornflower.

Kota permata safir

Hak atas foto David Perry
Image caption Tapi di jalan-jalan sempit, bayangan yang lebih ringan berubah membuatnya menjadi biru safir, nila, dan biru laut.

Urusan yang belum selesai

Hak atas foto David Perry
Image caption Tidak seluruh desa bercat biru. Benteng bersejarah mempertahankan nuansa warna oranye kemerah-merahan di batu aslinya, dan masjid di sebelahnya tetap berwarna putih, "tapi ini hanya karena belum ada yang mengecatnya," kata Mouden.

Versi bahasa Inggris artikel David Perry ini bisa Anda baca di Morocco's unlikely all blue city di laman BBC Travel.

Topik terkait

Berita terkait