Apa yang dapat diajarkan oleh Albania kepada kita tentang keramahan?

Albania Hak atas foto walksworldwide

Saat para pengungsi ditolak di perbatasan di seluruh dunia, tampaknya banyak hal yang dapat dipelajari dari keramahan Albania.

"Ada kamp-kamp pengungsi yang didirikan untuk penduduk Kosovo di seluruh negeri. Keluarga-keluarga Albania akan pergi ke satu kamp, menemukan satu keluarga dan diundang ke tempat mereka. Mereka bukan sanak saudara atau teman, mereka orang asing, tetapi orang-orang Albania akan membawa para pengungsi itu pulang, memberikan makanan, baju, dan memperlakukan mereka seperti anggota keluarga sendiri."

Sambil menyesap secangkir macchiato di sebuah cafe kecil di Berat, kota di Albania yang tersohor dengan 1001 jendela, saya menyimak ketika Nevila Muka mengingat-ingat dampak yang diakibatkan oleh Perang Kosovo di tanah airnya.

Demi menghindari kematian dan kehancuran yang diakibatkan oleh tentara militer Serbia di tahun 1990an, lebih dari 500,000 pengungsi, terutama dari etnik Albania, meninggalkan Kosovo untuk mencari tempat perlindungan di Albania selama dua tahun. Saya segera menyadari bahwa Nevila Muka tidak hanya mengamati eksodus masal dari kejauhan.

Hak atas foto walksworldwide
Image caption Kebaikan Albania sudah mendarah daging.

"Sebenarnya nenek saya yang membawa sebuah keluarga. Saya masih muda, jadi saya ingat sering bermain dengan anak-anak mereka. Saya ingat mereka benar-benar pembuat roti yang enak, mereka membuat roti terbaik yang pernah saya rasakan."

"Ini cara orang Albania. Ini adalah besa."

"Tidak pernah mendapatkan kesulitan?" tanya saya.

"Tidak bagi kami, kami baik-baik saja. Tetapi untuk beberapa keluarga hal itu adalah perjuangan, banyak dari mereka yang tidak mempunyai uang untuk membantu orang-orang Kosovo. Ada yang sampai berhutang untuk itu, tetapi mereka tidak akan pernah mengusir siapapun."

Ketika saya bertanya kenapa, dia hanya mengangkat bahu.

"Inilah cara Albania. Ini adalah besa."

Hak atas foto migrationpolicy.org
Image caption Albania telah menawarkan tempat aman selama bertahun-tahun kepada para pengungsi.

Saya pernah mendengar kata besa sebelumnya, dan mengetahui bahwa itu berarti sesuatu yang mirip dengan keyakinan, kepercayaan atau iman, tetapi saya belum mendengarnya dalam konteks ini sebelumnya. Muka menjelaskan bahwa ini seperti kewajiban bagi orang-orang Albania, salah satu yang menentukan keramahan mereka yang tulus. Jika seseorang mendatangi Anda mencari pertolongan, Anda berikan tempat bagi mereka. Sesederhana itu.

Setelah kami berdiskusi, saya terpesona dengan konsep besa dan ingin mempelajari lebih, jadi saya menghubungi Orgest Beqiri, seorang mahasiswa universitas Albania dan penggemar sejarah yang saya temui selama saya berada di negara ini. Saya tahu bahwa jika kita ingin mengetahui secara mendetil mengenai besa, dia adalah orang yang tepat.

Ketika kami bertemu, dia menjelaskan bahwa tradisi ini telah berlangsung selama berabad-abad sebagai bagian dari Kanun tentang Lekë Dukagjini, seperangkat hukum adat yang diciptakan pada abad ke-15 untuk mengatur suku-suku di Albania bagian utara. Meskipun Kanun sering dianggap sebagai sumber asli dari besa, banyak yang berpendapat bahwa tradisi tersebut sebenarnya jauh lebih tua dan bahwa Kanun hanya meletakkan kata-kata ke dalam tradisi kesukuan yang telah ada jauh sebelumnya.

Hak atas foto adventurouskate.com
Image caption Para pelancong dapat mengetuk pintu dan minta mengungsi

"Ada pepatah lama yang ditulis dalam Kanun," katanya. 'Shpija para se me qenë e Shqiptarit, asht e Zotit dhe e mikut,' yang artinya 'Sebelum sebuah rumah menjadi milik sang pemilik, awalnya rumah itu dimiliki oleh Tuhan dan para tamu.' Ini adalah tradisi yang kuat, dan di masa lalu, jika Anda seorang pelancong atau mencari tempat berlindung, Anda dapat mengetuk pintu rumah pertama yang Anda temui dan bertanya 'Kepala rumah, apakah Anda menginginkan tamu?' dan si pemilik rumah akan mengajak Anda masuk. Kanun berkata bahwa tuan rumah harus selalu memiliki tempat tidur cadangan yang siap kapan saja, siang maupun malam, untuk berjaga-jaga jika ada tamu yang datang tiba-tiba."

"Jadi ini suatu kewajiban?" saya bertanya padanya. "Bahkan jika Anda tidak ingin menerima siapa-siapa, Anda terikat pada besa untuk melakukannya?"

"Tidak seperti itu. Ya ini merupakan sebuah kewajiban, tetapi terus terang saja kebanyakan orang Albania merasa senang menerima tamu. Ini adalah suatu kebanggaan bagi mereka. Nyatanya, ada cerita lama tentang sebuah kota di daerah utara entah di mana yang memprotes ketika akan dibangun sebuah hotel di sana. Semua orang mendatangi balai kota dan memprotes, mereka berkata bahwa orang yang membutuhkan tempat untuk menginap dapat datang dan langsung mengetuk pintu-pintu rumah mereka."

Hak atas foto travelbrochures
Image caption Tuan rumah harus selalu menyiapkan tempat tidur cadangan

Meskipun beberapa aspek besa yang lebih kaku telah mulai luntur seiring berjalannya waktu, perasaan umum tentang tugas dan keramah-tamahan bertahan di masyarakat Albania. Meskipun Perang Kosovo pastinya merupakan krisis terbesar yang harus dihadapi negeri ini, hal itu tidak menjadi yang pertama dan terakhir.

Hanya sedikit yang mengetahui, Albania merupakan satu dari sedikit negara di Eropa yang memilik populasi Yahudi terbesar di akhir PD II dibanding saat awal perang: mereka menyelamatkan hampir semua orang Yahudi di sana dan memberikan perlindungan bagi lebih dari 2000 orang Yahudi dari negara-negara di sekelilingnya.

Meskipun ada tekanan dari fasis Itali dan tentara pendudukan Nazi, orang-orang Albania menolak untuk menyerahkan tamu mereka, karena dengan melakukan itu tidak hanya akan menghasilkan rasa malu, tetapi dapat mengikat tuan rumah untuk 'membersihkan darah,' yang berarti membalas dendam.

Hak atas foto keadventure.com
Image caption Suatu tradisi yang menentukan keramahan Albania yang tulus

Belakangan, Albania kembali dihadapkan pada situasi untuk menawarkan besa,kali ini kepada mereka yang datang dari Timur Tengah. Ratusan pelarian dari Iran saat ini tinggal di negeri itu setelah direlokasi dari Camp Liberty di Irak. Perdana Menteri Albania, Edi Rama telah mengungkapkan keinginannya untuk menolong pengungsi Syria, siap bekerja sama dengan negara-negara Eropa lain, dan mengatakan bahwa Albania tidak akan mengabaikan tugasnya.

Meskipun semua ini merupakan contoh yang gagah berani, kualitas Albania terkait layanan luar biasanya terhadap manusia-manusia yang terkucilkan di dunia itu tak banyak dikenal. Negara Balkan ini terlalu kecil dan miskin, dan dengan demikian sulit untuk memperoleh perhatian internasional untuk lamgkah dan tindakan mereka. Namun saat para pengungsi ditolak di perbatasan di seluruh dunia, tampaknya ada banyak yang dapat dipelajari dari keramahan Albania.

Saya kemudian membagi perasaan ini dengan Muka, jauh sesudah diskusi pertama kami tentang orang-orang Kosovo yang diajak keluarganya.

Hak atas foto pegsontheline.com
Image caption Keramahan kuno yang terdapat pada besa adalah cara Albania

"Sayang sekali kebanyakan orang tidak tahu. Albania tidak diperhatikan sehingga banyak peristiwa yang terjadi di sini tanpa ada yang menyadari," kata saya.

Dia tersenyum penuh pengertian, menganggukan kepalanya.

"Ya, tetapi sekarang Anda mengetahuinya, dan ini penting. Anda dapat mulai bercerita pada orang lain. Mungkin satu hari seluruh dunia akan mengetahuinya."

CATATAN EDITOR: Sebuah versi sebelumnya dari cerita ini menunjukkan bahwa ratusan pengungsi Iran ditampung di Albania. Kami telah memperbaharui teks untuk menjelaskan bahwa para pengungsi Iran ini telah direlokasi dari Camp Liberty di Iraq. Kami juga telah mengklarifikasi bahwa para pengungsi dari Kosovo sebagian besar merupakan etnis Albania.

Anda juga bisa membaca artikel ini dalam bahasa Inggris dengan judul What can Albania teach us about trust? atau artikel lain dalam BBC Travel.

Berita terkait