Kuba, negara yang penuh dengan kontradiksi

Kuba Hak atas foto Chip Somodevilla/ Getty Images
Image caption Sejumlah sanksi terhadap Kuba telah dicabut oleh AS.

"Tak perlu dipertanyakan lagi, Kuba merupakan tempat yang paling kompleks, kontradiktif, dan membingungkan yang pernah saya kunjungi, semakin saya melihatnya, teka-teki justru semakin dalam".

Pico Iyer, salah seorang penulis perjalanan yang paling bernuansa di dunia, telah melakukan peliputan di Kuba sejam 1980an, dengan seluruh kegamblangan dan variasinya.

Dalam esai dan novel pertamanya Cuba and the Night, Iyer menangkap ritme yang menggoda melalui gambaran yang sangat Indah.

Dengan peningkatan hubungan Kuba-AS oleh Presiden Obama yang ditandai dengan sebuah kunjungan Mei lalu, dan kematian diktator yang paling lama berkuasa di Kuba Fidel Castro pada November lalu, kami memutuskan untuk bertanya kepada Iyer mengenai Kuba, dari kejutannya ke mimpinya, dan bagaimana gairah dan semangat sebuah negara ini beradaptasi terhadap peristiwa penting pada tahun lalu.

Pertanyaan: Mengapa Kuba masih menggoda Anda?

Tak diragukan lagi Kuba merupakan tempat yang kompleks, kontradiktif dan membingungkan, yang pernah saya kunjungi, semakin saya melihatnya, teka-teki justru semakin dalam.

Ini tempat berlangsungnya kegembiraan yang konstan di tengah bangunan bobrok dan orang-orang mengantri selama beberapa jam dan tidak kemana pun.

Musik diputar di setiap sudut, dan tarian, dan seks, semua karena berkah malam tropis yang hangat dengan angin yang bertiup melintasi perairan di pantai Malecon.

Namun hampir semua yang saya dengar di sana adalah keluhan, frustasi, kerinduan untuk dapat keluar dan melihat semua tempat yang selama ini terlarang.

Saya telah bepergian ke Kuba selama 29 tahun, dan menghabiskan banyak waktu saya pada 1980an di sana. Saya melihat ketika pengunjung dari negara lain hanya berasal dari Soviet, Bulgaria dan Korea Utara berjalan-jalan berpasangan, dengan menggunakan lencana bargambar Kim il-Sung pada kerah mereka.

Hak atas foto Chip Somodevilla/Getty Images
Image caption Kuba gemerlap energi, musik dan tarian.

Saya melihatnya dalam sebuah "Periode Khusus", ketika masa kekurangan yang akut, ketika Uni Soviet membubarkan diri. Dan saya telah berada di sana pada dekade ini, ketika perusahaan mulai berkembang dengan bebas di sana, dan jalanan mulai terang dan lebih gemerlap dan sibuk.

Tetapi Kuba tetap merupakan sebuah tempat bernuansa Eropa yang muktahir, kaya dengan spirit dan ritme Afrika di tengah Karibia yang sepi, dan meminta seorang Jerman dan pemikir Rusia untuk berdansa. Tidak ada yang dapat mencapai dasarnya.

Pertanyaan: Apa yang Anda paling ingat tentang mendiang Fidel Castro dari perjalanan panjang Anda keliling Kuba?

Saya selalu ingat seruan Fidel ditengah guyuran hujan saat peringatan revolusi ke 28 di sebuah kota kecil di Artemisa pada 1987. Yang saya ketahui sepanjang hidup saya, Fidel merupakan seorang yang cerdas, karismatik, seorang pemimpin yang kekuasaannya tidak proporsional.

Dia juga berhasil mengubah pulaunya menjadi sebuah tiruan yang sempurna untuk wisatawan- dan rumah bordil - yang dipenuhi oleh para 'Babylon' yang ingin dia bersihkan.

Dia piawai dalam melakukan manuver dengan Washington selama lebih dari empat dekade, namun dia mengubah tanah airnya tercintanya dengan semacam penjara dengan pengamanan maksimal.

Pertanyaan: Anda pernah menulis bahwa "Kuba merupakan tempat permanen bagi revolusi melawan seluruh oden yang kita miliki. "Apa yang dapat dapat membuat orang terkejut dengan masa depan Kuba?

Pulau ini tak pernah diam di tempat. Dengan cara yang aneh, pulau ini selalu berlari di tempat, berubah, berencana, berimprovisasi setiap saat meski ketika pemerintahnya telah dikecam kurang lebih selama 50 tahun.

Itu bagian dari apa yang membuatnya tidak mungkin untuk dijabarkan; negara yang sehari-hari tidak hanya hidup di dalam dan dengan kontradiksi, tetapi mengubahnya menjadi seni dan musik serta tari dan kebijakan. Setiap orang yang mengunjungi Kuba selalu membicarakan tentang bagaimana orang Kuba, dengan kecerdasan, akal, tekad dan imajinasi, seolah tetap membuat pulau ini terapung, meski bangunan mereka hancur.

Hak atas foto Carl Court/Getty
Image caption "Kuba, melebihi tempat yang pernah saya kunjungi yang mengingatkan saya terhadap sebuah lagu."

Sekarang pemerintah mengerjakan bentuk fesyen dengan menggabungkan dari Pasar Leninisme, meskipun tanpa disiplin yang ganas atau kerajinan bertekstur Vietnam.

Jika Anda melangkah ke Bandara Jose Marti, pada tengah malam, dan lebih sering terjadi degungan, sebuah energi yang berapi-api, sebuah kegembiraan, namun seluruh jalanan telah sepi dan telah banyak yang rusak.

Kuba, lebih dari semua tempat yang pernah saya kunjungi, mengingatkan saya kepada sebuah lagu, yang terus terdengar di kepala saya setelah habis diputar.

Dan itu tak lagi masuk akal untuk menyebut sebuah lagu kiri atau kanan, pro-Amerika atau anti-Amerika, kecuali menetapkan suatu agama ke dalam sebuah lagu. Itu merupakan kejengkelan abadi Fidel - dan pada saat itu merupakan pembebasan terbesar dari warganya.

Pertanyaan:Apakah Anda punya nasihatbagi pejalan yang akan pergi ke Kuba?

Saya percaya ini dengan setiap tujuan, tetapi saat ini tidak ada yang lebih sejati dibandingkan di Kuba: tinggalkan seluruh asumsi Anda di rumah, dan tolong jangan mulai untuk memasukan denyutan ke dalam kotak, sensual, putus asa dan tempat rampasan dalam pengertian Anda sebagai "Surga yang Romantis" atau "Neraka Totalitarian".

Izinkan diri Anda untuk disambut oleh warga Kuba yang Anda temui, tetapi ingat kembali bahwa banyak yang mungkin melihat Anda sebagai sebuah simbol dari kehidupan yang lain, atau sesuatu yang berbeda dengan diri Anda. Selama 55 tahun, bagaimanapun juga, mereka telah hidup dengan impian terhadap dunia luar, dan bahkan seringkali menjadi proyeksi.

Bawa apa yang Anda anggap sebagai kebutuhan dasar, karena sesuatu yang sangat sederhana pun masih sulit diperoleh di Kuba, dan oranng-orang dimana pun tersentuh dengan kebaikannya.

Anda bisa merasakan peninggalan terbesar Amerika pada 1950an - Hotel Nacional [de Cuba] di Havana dan Capri, di wilayah pnggiran Miramar dan Vedado - karena Kuba merupakan cara yang indah untuk juga melihat sejarah Amerika saat ini.

Bersiaplah dengan panas, jangan berpikir mengenai sesuatu yang nyaman, dan jangan berharap layanan ala Barat.

Pertanyaan: "Jika perjalanan seperti cinta, memanng benar, pada akhirnya, sebagian besar merupakan kondisi kesadaran yang tinggi, di mana kita sadar, mau menerima, akrab dan siap untuk berubah. Itu sebabnya mengapa perjalanan yang terbaik, seperti hubungan cinta yang baik, tidak akan pernah benar-benar berubah,"Dengan indah Anda mencantumkannya dalam esai klasik Why We Travel. Apakah Anda masih bermimpi, jelas, mengenai Kuba?

Pertanyaan yang menyenangkan. Saya sangat merasakan seolah-olah hidup saya berada di sana, antara 1987 dan 1994, ketika saya tetap kembali dan kembali lagi, dan ketika saja melihat kembali seperti para eksil di Miami yang mungkin menatap kembali ke pulau mewah yang mereka harus tinggalkan, dan warga Kuba yang bertahan melihat kembali ke tahun keemasan pada awal Revolusi, ketika semuanya tampak dimungkinkan.

Setiap pejalan yang paham tentang kebodohan untuk menciptakan kembali romantisme lama- meskipun dulu saya mungkin merupakan wisatawan asing yang langka yang tidak pernah memiliki kekasih orang Kuba- dan saya berharap Anda dapat merekonstruksi kesan pertama, sebuah tempat yang Anda lihat di masa muda Anda, ataukah itulah masa muda Anda.

Ada begitu banyak fantasi yang melayang dari dua arah ketika saya melawati jalanan di Havana setiap malam, dari tahun ke tahun: orang asing bermimpi tentang kehangatan ini, sensual, daerah tropis dan seluruh orang-orang yang menyenangkan yang dapat membawa Anda di sana; dan impian Kuba, dengan semangat yang sama, dari seluruh wisawatan asing yang berasal dari mana saja mungkin akan membawa mereka.

Berjalan di sebuah lanskap yang memabukkan. Tetapi pada akhirnya, kita harus puas pada kehidupan nyata, jika salah satu tidak akan berakhir, karena begitu banyak yang telah dilakukan oleh warga Kuba baik di Miami dan Havana, yang bermimpi tentang sebuah tempat yang tidak pernah ada.


Anda bisa menyimak artikel ini dalam The country full of contradictions atau artikel lain dalam BBC Travel.

Berita terkait