Laut Salton di California yang semakin menghilang

Hak atas foto Getty Images
Image caption Laut Salton, laut yang ada di tengah padang pasir.

Laut di tengah padang pasir

Dengan luas 343 mil persegi dari Gurun Sonora di sebelah tenggara Palm Springs, penciptaan Laut Salton -danau terbesar di California, Amerika Serikat- sama sekali tidak disengaja.

Pada musim semi 1905, selama periode hujan lebat dan badai salju, Sungai Colorado meluap dan menerobos kanal irigasi di Lembah Imperial, didirikan oleh Perusahaan Pengembangan California untuk menyuburkan lahan pertanian di seluruh wilayah yang dulunya merupakan tempat bagi laut prasejarah.

Air mengalir ke dalam lembah sungai dan menenggelamkan kota Salton, waduk Torres-Martinez Native American dan bagian dari Jalan Raya Southern Pacific.

Cagar alam yang tidak biasa

Para insinyur dan hampir 2.000 buruh bekerja tanpa lelah untuk membangun bendungan dari bebatuan dan kayu. Setelah dua tahun, mereka akhirnya bisa menghentikan banjir. Pada saat itu, Laut Salton berukuran panjang 45 mil dan lebar 20 mil.

Pada ketinggian 234 kaki di bawah permukaan laut, laut yang baru terbentuk tersebut merupakan salah satu danau paling dangkal di dunia. Meskipun lokasinya di padang pasir, dengan curah hujan tahunan yang sangat rendah dan suhu tinggi, Laut Salton menjadi cagar alam bagi keanekaragaman hayati.

Departemen Perikanan dan Perburuan California (CDFG) menebar berbagai jenis ikan di danau tersebut. Pada tahun 1930, daerah tersebut ditunjuk sebagai tempat perlindungan satwa liar dan pada tahun 1985, sebuah studi CDFG menemukan Laut Salton menjadi perikanan laut yang paling produktif di California.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Dulu danau tersebut menarik perhatian burung-burung dan satwa liar lainnya.

Tempat singgah yang sempurna

Danau juga menarik kawanan burung, pada suatu waktu Suaka Margasatwa Nasional Sonny Bono Salton memiliki setidaknya 400 spesies burung yang hidup berpindah-pindah dan 93 spesies burung yang bersarang.

Ini menjadi habitat penting bagi spesies yang terancam punah seperti burung yuma clapper rail dan burung pelikan putih Amerika. Saat ini, Laut Salton adalah satu dari tujuh lahan basah utama di sepanjang jalur migrasi Pacific Flyway.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Pada 1950-an sampai 1960-an Laut Salton dipuji oleh para pengembang.

Sebuah keajaiban di padang pasir

Pada tahun 1950-an sampai 1960-an, pengembang real estat memuji Laut Salton sebagai 'keajaiban di padang pasir', dengan membandingkannya dengan French Riviera di Prancis Selatan.

Klub pesiar jutaan dolar, vila untuk berlibur, hotel, dan restoran mewah bermunculan di sepanjang danau, mengubah kawasan ini menjadi resor tepi pantai yang berkembang serta mengundang 1,5 juta wisatawan setiap tahunnya. Turis dari Los Angeles -termasuk band The Beach Boys- melakukan perjalanan sejauh 150 mil untuk berjemur di tepi danau tersebut.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Ekosistem Laut Salton dengan cepat menjadi terlalu tidak bersahabatan untuk mendukung organisme hidup.

Apokalips di surga

Tapi kegembiraan itu berlangsung singkat. Ekosistem Laut Salton dengan cepat menjadi terlalu tidak bersahabat untuk mendukung organisme hidup. Dengan sedikit hujan dan tidak ada saluran pembuangan, danau tersebut menguap, yang menyebabkan salinitas air meningkat.

Sementara itu, limpasan pertanian yang tercampur dari zat pestisida dan pupuk mencemari danau. Kemudian, pada tahun 1970, badai hujan tropis membanjiri kota-kota di tepi danau, sehingga merusaknya dan tidak dapat diperbaiki lagi.

Pada tahun 2000-an, populasi daerah Laut Salton telah berkurang secara signifikan. Rumah ditinggalkan dan air yang sekarang 25% lebih asin daripada Samudra Pasifik menyebabkan populasi ikan di danau tersebut punah.

Pantai putih berpasir yang dulu pernah dipuja pengunjung, sekarang sepi ditinggalkan, penuh dengan sisa-sisa zaman keemasan yang hilang.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Danau tersebut makin lama makin hilang.

Masalah yang memburuk

Dalam satu abad, Laut Salton telah berubah dari sebuah ketidaksengajaan, menjadi mimpi buruk terhadap lingkungan. Danau terus menghilang, meninggalkan pemandangan berdebu yang terkontaminasi bekas arsen dan pestisida.

Saat ini, Imperial County ada beberapa polusi udara terburuk di AS dan tingkat pasien dengan penyakit asma tertinggi di California.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Negara bagian California melakukan investasi demi menyelamatkan Laut Salton.

Melestarikan Laut Salton

Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada kesehatan masyarakat dan satwa liar, negara bagian California baru-baru ini menginvestasikan US$383 juta atau sekitar Rp5,1 triliun untuk pelestarian dan pengembangan Laut Salton.

Rencana usulan mereka, yang diajukan pada bulan Maret, membutuhkan impor air sebanyak 800.000 acre-feet dari Sungai Colorado ke lokasi tersebut pada akhir 2017.

Menurut rencana tersebut, upaya untuk memulihkan salah satu habitat satwa liar terpenting di California akan berlanjut hingga awal 2020-an.

Mulai tahun 2018, negara akan bekerja sama dengan organisasi seperti Universitas California dan Audubon untuk membangun berbagai habitat basah dan kering buatan untuk menekan penyebaran debu, mengurangi salinitas laut, dan mengembalikan populasi burung dan ikan.

Tulisan asli dalam bahasa Inggris California's ghostly disappearing sea dan artikel-artikel lain bisa Anda baca di BBC Travel.

Berita terkait