Penjara abad pertengahan di Rumania khusus untuk cegah perceraian

Stephen McGrath Hak atas foto Stephen McGrath

Mungkin kedengarannya seperti mimpi buruk, tetapi gaya konseling pernikahan di Transylvania ini ternyata efektif.

Desa Biertan, salah satu dari tujuh desa Saxon yang dijadikan warisan budaya dunia oleh UNESCO, tampak membeku oleh waktu.

Kereta kuda masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, dan warga lokal berkumpul untuk menjual produk kerajinannya di alun-alun yang berdinding batu. Di jantung desa, menara-menara gereja abad ke 15 menjulang tinggi di antara bangunan sekitarnya, berdiri di puncak bukit.

Di dalam kompleks gereja, yang dibentengi tembok-tembok kokoh, berdiri bangunan kecil dengan sebuah ruang sempit yang ukurannya tak lebih dari sepen dapur (pantry). Selama lebih dari 300 tahun, pasangan suami istri yang berada di ujung perceraian akan hidup di sini, dikurung selama enam minggu oleh uskup lokal dengan harapan mereka bisa menyelesaikan masalah dan mencegah perceraian.

Mungkin terdengar seperti mimpi buruk - tapi catatan menunjukan 'penjara pernikahan' ini efektif.

Hak atas foto Stephen McGrath

"Terima kasih atas bangunan yang penuh berkat ini, dalam 300 tahun ketiika Biertan memiliki uskup, kita hanya mencatat satu perceraian," kata Ulf Ziegler, pendeta Biertan sekarang.

Hari ini, penjara kecil dan gelap itu disulap jadi museum yang dilengkapi mannequin yang tampak menderita.

Kamar itu punya langit-langit yang rendah dan dinding tebal, dan jarang dilengkapi dengan meja dan kursi, lemari dan tempat tidur Saxon tradisional yang kelihatannya kekecilan bahkan untuk ditiduri anak kecil.

Ketika pasangan berusaha memperbaiki pernikahan mereka di dalam ruang mungil ini, semua harus dibagi, mulai dari satu bantal dan selimut sampai ke satu-satunya meja.

Lutheranisme, agama Saxon Transylvania, mempengaruhi sebagian besar aspek kehidupan, dan walaupun perceraian diperbolehkan dalam keadaan tertentu - seperti perzinahan - mereka menganjurkan pasangan untuk berusaha menyelamatkan pernikahan mereka dulu.

Hak atas foto Stephen McGrath

Jadi pasangan yang ingin bercerai secara sukarela akan mengunjungi uskup, yang akan mengirim mereka ke penjara perkawinan untuk melihat apakah perbedaan mereka dapat disatukan sebelum mereka betul-betul berpisah.

"Penjara adalah alat untuk menjaga masyarakat dalam tatanan Kristen lama," jelas Zielger, yang mencatat bahwa hal itu juga untuk melindungi wanita dan anak-anak, yang bergantung pada kesatuan keluarga untuk bertahan hidup. Jika terjadi perceraian, suami harus membayar sebagian dari penghasilannya kepada mantan istrinya, tapi jika dia menikah lagi dan bercerai lagi, istri kedua tidak berhak mendapat apa-apa.

Pada abad ke-12, pemukim Saxon - yang berasal dari daerah yang kini bernama Prancis, Belgia, Luksemburg dan Jerman - diundang oleh Raja Hongaria G├ęza II untuk menghuni pedesaan Transylvania dan melindunginya dari ancaman orang Tatar dan Ottoman, serta mengembangkan wilayah tersebut secara ekonomis. Orang-orang Saxon di Transylvania adalah pengrajin yang tekun; Biertan menjadi kota perdagangan dan pusat kebudayaan yang penting dengan populasi 5.000 orang pada tahun 1510.

Berjalan menyusuri jalan-jalan di Biertan saat matahari mulai tenggelam di balik perbukitan, beberapa penduduk setempat duduk di luar minum bir dan seorang petani memindahkan peti-peti jerami. Gereja yang megah, dengan sembilan menara benteng sekitarnya, diterangi oleh lampu sebagai penanda jelas: ini adalah titik sentral bagi pemukim Saxon awal - tempat yang aman dan agung.

Pemandangan dari tembok pembatas gereja yang tingginya hampir 11 meter di sebelah penjara perkawinan memperlihatkan bentangan pemandangan desa dan sekitarnya.

Hak atas foto Stephen McGrath

Banyak penduduk saat ini mengolah tanah mereka dengan menggunakan teknik pertanian usang, dan menggunakan sistem barter untuk hidup. Para pengembala tampak di perbukitan hijau sekitarnya menggiring domba - pemandangan yang mungkin tidak banyak berubah selama beberapa abad terakhir ini.

Hidup terus bergerak dengan kecepatan yang lambat dan meditatif; Namun, belakangan ini tekanan ekonomi dan agama bagi suami-istri yang tak akur tidak terlalu besar seperti dulu.

"Alasan untuk tetap bersama mungkin bukan cinta. Alasannya untuk bekerja dan bertahan," kata Ziegler. "Jika pasangan suami istri di kunci di dalam selama enam minggu, sangat sulit bagi mereka untuk mendapat cukup makanan di tahun berikutnya, jadi ada tekanan untuk keluar dan bekerja bersama."

Ziegler percaya bahwa, bahkan sampai hari ini, konsep penjara perkawinan memiliki pelajaran potensial untuk pernikahan modern manapun. Dan dia bukan satu-satunya: dia mengatakan bahwa dia menerima permintaan dari pasangan yang ingin menggunakan penjara tersebut untuk memperbaiki pernikahan mereka.

"Dalam keluarga modern, semakin sedikit waktu untuk satu sama lain, kita lebih egois daripada nenek moyang kita," kata Ziegler. "Kita menderita karena kesepian, oleh karena itu hari ini kita perlu banyak bicara, jadi kita bisa mengetahui apa yang penting bagi kita dan apa yang menghubungkan kita."

Anda bisa membaca artikel ini dalam bahasa Inggris berjudul Romania's medieval marital prison atau tulisan lain di BBC Travel.

Topik terkait

Berita terkait