‘Emas’ baru dari Yukon

Di atas ketinggian batas pepohonan di pegunungan terpencil Yukon, potongan bebatuan menyimpan bukti dari pergantian iklim yang hiruk pikuk yang membentuk Bumi jutaan tahun yang lalu.

Yukon Hak atas foto Vivien Cumming

Negeri emas

Yukon memunculkan ingatan pada 'perburuan emas Klondike', ketika ratusan ribu laki-laki dan perempuan berbondong-bondong ke pegunungan Yukon di Kanada pada akhir abad ke-19 untuk menemukan keberuntungan.

Saat ini, orang-orang mengunjungi provinsi Yukon untuk alasan yang sama sekali berbeda dari mereka yang menempuh perjalanan 100 tahun lalu. Beberapa datang untuk menapak tilas sejarah, untuk melihat sendiri kisah demam emas. Yang lainnya berkunjung untuk menikmati pegunungan, petualangan alam liar dan berbagai kehidupan liar, termasuk beruang, rusa elk, rusa, lynx, rubah, kambing gunung, muskox dan marmut.

Yukon Hak atas foto Vivien Cumming

Penemuan Lain yang tak ternilai

Masih ada kelompok lain yang mengunjungi Yukon untuk menemukan 'emas' menurut versi mereka sendiri. Orang-orang ini adalah ahli geologi yang datang untuk mencari batuan sedimen yang menyimpan bukti peristiwa Snowball Earth -peristiwa ketika iklim di bumi naik turun karena glasiasi besar- yang terjadi antara 750 sampai 600 juta tahun yang lalu.

Yukon Hak atas foto Vivien Cumming

Alam liar yang tidak tersentuh

Pada Juli 2014, saya dan beberapa orang ahli geologi lain dari Universitas Harvard dan Universitas McGill melakukan perjalanan ke Yukon untuk berburu bukti baru yang dapat menolong kita melengkapi gambaran dari periode perubahan iklim yang ekstrem.

Tujuan kami tidak mudah dicapai. Bentangan pegunungan yang luas membuat provinsi besar ini menjadi tempat terpencil dan liar yang sebagian besar tidak dapat diakses melalui jalan darat. Beberapa dari pegunungan di sini bahkan tidak bernama -dan banyak yang belum didatangi manusia.

Belum dieksplorasi sebelumnya

Memutuskan hendak ke mana harus terlebih dahulu mempelajari foto-foto udara lama dan peta-peta geologi tua, tetapi di area yang belum tereksplorasi akan sulit mendapatkan titik yang tepat. Kami berencana untuk membuat tenda di atas Pegunungan Wernecke di Yukon tengah, di sebelah utara kota kecil Mayo. Ini adalah tempat yang paling utara dari North American Cordillera, sebuah barisan pegunungan yang membentang dari Alaska sampai ke Meksiko bagian selatan.

Yukon Hak atas foto Vivien Cumming

Jalanan yang bergelombang

Tahap pertama dari perjalanan ini mengharuskan kami menggunakan pesawat twin-propeller dari Mayo timur laut ke Rackla, sebuah landasan kecil yang dulu digunakan perusahaan pertambangan. Letaknya jauh di dalam alam liar di bagian timur Yukon. Kemudian kami dijemput oleh helikopter untuk sampai ke perkemahan, 65 kilometer lebih jauh ke pegunungan.

Saat kami mendekati lokasi yang kami tuju, awan datang bergulung-gulung. Pilot membawa pesawat menyelinap masuk ke kabut padat di sekitar puncak-puncak yang bergerigi. Tampaknya dia sudah biasa, tetapi kami merasa ngeri ketika dia berkelok-kelok melewati puncak-puncak karang yang tiba-tiba bisa muncul dari awan persis di sebelah kami. Setelah menemukan tempat datar untuk mendarat, sebuah landasan sempurna di antara dua gunung, dia mendaratkan kami dengan selamat ke Bumi.

Yukon Hak atas foto Vivien Cumming

Dalam belas kasihan alam

Begitu suara helikopter menghilang di kejauhan, saya menyadari kami tergantung pada belas kasihan cuaca, tanah dan kehidupan liar, tidak dapat ditolong kecuali cuaca mengizinkan helikopter terbang.

Yukon Hak atas foto Vivien Cumming

Mendirikan tenda

Ini adalah rumah kami selama beberapa minggu ke depan. Kami menjuluki perkemahan kami 'Mordor' karena adanya pegunungan hitam yang mengelilingi kami. Kemah kami berada di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut. Di atas sini ada lebih banyak batu untuk diteliti karena mereka tidak tertutup tanaman. Tetapi, yang lebih penting, beruang-beruang jarang sampai ke tempat ini karena tidak ada makanan untuk mereka di sini.

Yukon Hak atas foto Galen Halverson

Takut beruang

Namun, ada hari-hari di mana kami harus menjelajahi beberapa ratus meter turun ke lembah. Suatu hari ketika kami berjalan kembali ke perkemahan kami melihat sesosok makhluk coklat yang besar di depan dan mendengar marmut-marmut membuat suara panggilan alam yang tajam.

Sambil mengeluarkan semprotan untuk beruang, kami mulai membuat rencana menyelamatkan diri. Pasti kami sudah menghabiskan waktu setengah jam untuk mendiskusikannya, dan sementara itu si beruang tidak bergerak. Akhirnya kami memberanikan diri untuk mendekat, dan saat itulah kami menyadari kesalahan: itu sama sekali bukan beruang, tetapi sebuah batu besar berwarna coklat. Kami tertawa terbahak-bahak dan sedikit memaki sampai menikmati makan malam kami di tenda.

Yukon Hak atas foto Galen Halverson

Bukti adanya kejadian Snowball Earth

'Penemuan beruang' itu terjadi pada hari yang sama ketika kami melihat bukti pertama tentang kejadian Snowball Earth. Lapisan-lapisan di dasar samudera terbentuk lantaran karang dan pasir menumpuk, tetapi ketika Bumi tertutup es, lapisan tersebut menjadi tipis karena sedikitnya sedimen yang diendapkan.

Sementara itu, batu-batu besar dan karang yang lebih besar berada di atas permukaan es dan terbawa saat lapisan es bergerak. Ketika es mencair, batu-batu yang besar ini berjatuhan ke dasar laut, merusak lapisan-lapisan yang sudah terbentuk, kemudian secara pelahan terlapisi oleh endapan sedimen baru.

Tertanam di permukaan batu di lembah yang terpencil ini, batuan besar berada di dalam lapisan sedimen halus yang sudah dirusak oleh bebatuan lebih berat yang jatuh ke sedimen dasar laut. Ini merupakan fenomena geologi yang langka dan salah satu yang membantu membuktikan teori Snowball Earth.

Sebuah penemuan seharga emas

Eksplorasi kami di Yukon bukanlah mencari keberuntungan seperti yang dilakukan para pencari emas Klondike bertahun-tahun lalu. Kami kembali ke rumah setelah sebulan dengan ember-ember yang penuh dengan ratusan batu, yang nilainya tidak berharga sama sekali dalam nilai mata uang. Tetapi bagi seorang ilmuwan pencari petunjuk tentang masa lalu Bumi yang misterius dan penting, batu-batuan itu sama bernilainya dengan emas.

Versi asli tulisan ini bisa Anda baca di The new 'gold' of the Yukon di laman BBC .

Berita terkait