Sacro Bosco: Taman misterius di Italia 'yang penuh monster'

UniversalImagesGroup Hak atas foto UniversalImagesGroup

Apakah patung-patung yang mengerikan Sacro Bosco di Italia ini adalah hasil sebuah kompetisi atau kesedihan mendalam, kita tidak akan pernah tahu.

Saat saya melangkah melewati gapura batu berusia hampir 500 tahun, saya diliputi kesunyian.

Tangga berkelok-kelok masuk ke dalam hutan kecil di mana pohon-pohon dengan daun yang baru tumbuh menghalangi jalan setapak, dan cabang pohon mengganggu pemandangan perbukitan penuh semak di daerah Lazio.

Bersarang di daerah dekat kota sepi Bomarzo, sekitar 90km utara Roma, Sacro Bosco (atau Hutan Suci) dibangun pada abad 16 oleh Pier Francesco 'Vicino' Orsini, pimpinan militer hebat dan junjungan seni.

Tapi ketika merancang Sacro Bosco, dia melawan tradisi taman Renaisans Italia. Tak ada tata letak simetris yang dimaksudkan untuk menyenangkan pengunjung.

Alih-alih membuat air mancur berhias, menyusun pagar tanaman yang rapi dan memahat dewa-dewa dan dewi Romawi, Orsini membiarkan pepohonan dan semak-semak tumbuh dan mengisi kebunnya dengan makhluk-makhluk aneh dan tak biasa.

Setelah Orsini meninggal dunia, Sacro Bosco ditelantarkan. Ketertarikan publik baru muncul lagi setelah seniman Salvador Dali mengunjungi taman ini.

Dali terinspirasi oleh monster-monster raksasa yang kini tertutup lumut itu; Dali membuat sebuah film pendek tentang tempat ini pada 1948, dan monster tersebut dirujuk dalam lukisan tahun 1964, The Temptation of Saint Anthony.

Hak atas foto Liz LaBrocca

Ketertarikan baru terhadap Sacro Bosco ini memicu perdebatan di antara sejarawan seni, yang berlanjut sampai hari ini: apa yang Orsini coba komunikasikan melalui ciptaannya yang aneh?

Orsini berpengalaman dalam literatur klasik, membuat beberapa orang percaya bahwa monster tersebut terinspirasi oleh Arcadia, representasi Utopia yang dijelaskan dalam Virgil's Aeneid and Ludovico Ariosto's Orlando Furioso - sebagai sebuah tempat di mana seni dan alam terjalin.

Yang lain berpendapat bahwa Orsini membangun Sacro Bosco untuk melawan taman temannya, Cristoforo Madruzzo.

Taman Madruzzo dekat Soriano, Cimino mewakili semua yang baik di dunia ini, sementara taman Orsini, dibangun dengan konsep yang langsung bertentangan dengan Madruzzo, mewakili unsur-unsurnya yang gelap dan sendu.

Tapi pandangan ketiga adalah bahwa makhluk-makhluk aneh itu mewakili setan dalam pribadi Orsini yang lahir dari tragedi hidupnya.

Menjadi seorang jenderal dalam pasukan tentara Paus selama Reformasi, Orsini menghabiskan beberapa tahun sebagai tawanan perang di Jerman setelah sebuah kampanye militer pada tahun 1553.

Hak atas foto Liz LaBrocca

Komandan dan teman dekatnya, Orazio Farnese, tewas dalam pertempuran yang sama yang menyebabkan penangkapan Orsini; dan tak lama setelah dibebaskan dari penjara, istri tercinta Orsini, Giulia Farnese, meninggal dunia.

Kuil Keabadian segi delapan yang berada di puncak taman diyakini secara luas sebagai kenangan untuk istrinya yang telah meninggal.

Menurut Melinda Schlitt, profesor seni sejarah dan humaniora di Dickinson College di Pennsylvania tengah, jawaban untuk memahami tujuan dibuatnya taman itu terletak pada prasasti yang ditinggalkan Orsini.

"Daripada mencari pesan narasi yang tunggal, lebih tepat untuk mengambil petunjuk dari hubungan antara prasasti yang diukir di taman dan patung-patungnya," katanya.

Terselip di dekat jantung taman adalah belvedere, sebuah patung kecil yang menyerupai menara istana.

Sebuah tangga kecil dibangun sisinya, disertai tulisan: "Dan semua keajaiban lain dihargai sebelum oleh dunia menghasilkan Hutan Suci yang hanya menyerupai dirinya sendiri dan tidak ada yang lain."

Kutipan puisi ini, Schlitt menjelaskan, "Mendorong pengunjung untuk tidak mencari kemiripan dengan 'keajaiban' lain di luar taman itu sendiri."

Hak atas foto Liz LaBrocca

Dengan kata lain, dari pada mencari maksud di balik kreasi Orsini, kita lebih baik menghargai taman ini karena keajaibannya.

Banyak dar monster-monster ini kini bersemayam damai di balik penghalang - sehingga rupa anehnya itu bisa terlindung dari kunjungan turis.

Saya berkeliaran di sekitar kura-kura raksasa dan memasuki struktur miring menyerupai rumah. Lantai miring membuat saya merasa sedikit mual, namun saya tidak bisa tidak mengagumi keindahan struktur itu.

"[Terkejut, keriangan dan takjub] adalah sensasi yang terkandung dalam kata Italia meraviglia, yang dekat artinya dengan 'marvellous' atau 'astonishing' dalam bahasa Inggris, namun pada abad ke 16 kata itu sangat terkait dengan tanggapan terhadap karya seni dan puisi, Kata Schlitt.

"Meraviglia adalah apa yang terjadi pada penonton saat ekspektasinya tentang sebuah karya seni dan pengalamannya berbenturan, itulah yang terjadi di Sacro Bosco."

Mengitari setiap putaran di jalan - hasil upaya restorasi oleh agen real estat Giovanni Bettini di akhir abad 20 - saya merasa gembira dengan patung lain yang tidak biasa.

Monster laut muncul dari lantai hutan, rahang menganga; Hercules kolosal membelah dua raksasa itu dengan dua tangan telanjangnya.

Akhirnya, saya menemukan diri saya berdiri di mulut raksasa, kata-kata terukir di lidah batu yang menganga: "Semua alasan sirna".

Anda bisa membaca tulisan ini dalam bahasa Inggris berjudul Italy's misterious medieval garden of monsters atau artikel menarik lain di BBC Travel.

Berita terkait