Di Hawaii, ramah itu wajib hukumnya

Hawaii Hak atas foto Brandon Tabiolo/Design Pics/Getty Images

'Aloha' adalah konsep hukum yang tumbuh dari keharusan bagi orang Hawaii untuk hidup dalam damai dan bekerja bersama, selaras dengan tanah dan keyakinan spiritual mereka.

Pada siang hari di hari kedua kami tinggal di Hawaii, saya bangun terhuyung-huyung dari tidur siang yang sangat dibutuhkan.

Saya berjalan ke dapur dan di sana pacar saya sedang duduk di lantai bersama pria dari perusahaan TV kabel.

Dia datang untuk memasukkan sambungan internet ke rumah kami - sesuatu yang sangat kami butuhkan, karena rumah kami terletak di lembah hijau tanpa sinyal ponsel.

Tapi kemudian saya sadar, mereka tidak berbicara tentang internet. Sebaliknya, pria itu mengundang pacar saya untuk berburu babi hutan dengannya.

Seiring berlalunya hari, semakin banyak kejadian yang bersahabat. Kami berhenti di sebuah perkebunan di dekat rumah kami dan ditawari alpukat dari pohon penjaga kebun.

Kami tiba di ujung jalur pendakian, atau begitulah yang kami kira, saat seorang ayah dan anak perempuan yang lewat menawarkan untuk menunjukkan kepada kami jalan tambahan rahasia melewati dataran batu, bebatuan besar dan melalui sungai menuju ke air terjun tersembunyi.

Pada kesempatan lain, kami sedang menuju laut untuk berenang, ketika seseorang di pantai memperingatkan kami bahwa arus terlalu kuat untuk berenang dengan aman, kemudian menawari kami bir dan mengundang kami untuk pergi berkano.

Mungkin ada banyak kata untuk menjelaskan kejadian semacam ini, tetapi setidaknya salah satunya adalah 'Aloha'. Dan ternyata, 'Aloha' sebenarnya adalah hukum di sini.

Hak atas foto Danita Delimont/Getty Images
Image caption Di Hawaii, 'Aloha' lebih dari sekedar sapaan - itu adalah hukum

Hawaii sekarang menampung hampir sembilan juta pengunjung setiap tahun, dan 'Aloha' adalah kata yang sebagian besar turis itu akan dengar selama mereka berada di kepulauan ini.

Kata itu digunakan sebagai pengganti halo dan selamat tinggal, tetapi sebenarnya artinya lebih dari itu.

Singkatnya, itu berarti roh pulau - orang dan tanahnya - dan apa yang membuat tempat ini begitu unik.

"Alo berarti 'tatap muka' dan Ha berarti 'nafas kehidupan'," menurut Davianna Pōmaikaʻi McGregor, seorang sejarawan Hawaii dan anggota pendiri Departemen Studi Etnik di Universitas Hawaii, Manoa.

Tetapi McGregor juga mencatat bahwa ada beberapa interpretasi kata yang kurang literal, tetapi sama validnya.

Salah satu interpretasi yang diperingati secara khusus diberikan oleh seorang tetua Maui yang dihormati bernama Pilahi Paki pada konferensi tahun 1970, Hawaii 2000, di mana orang-orang berkumpul untuk membahas masa lalu, sekarang dan masa depan Hawaii.

Itu dilakukan saat terjadi pertentangan yang semakin memanas di kepulauan ini, mengenai perang Vietnam dan isu-isu politik lainnya, dan Paki berdiri untuk memberikan pidato emosional tentang Roh Aloha - dengan kata lain, kode spiritual dan budaya yang unik dari Hawaii yang menyatukan bukannya memecah belah.

Di dalam pidatonya, dia menggambarkan apa yang dimaksud Aloha terkait cara orang memperlakukan satu sama lain.

Dalam pidatonya, ia memecahkan setiap huruf 'Aloha' menjadi satu frase. Dan pidato itu menjadi dasar hukum Roh Aloha di Hawaii, yang pada dasarnya mengamanatkan pertimbangan dan kebaikan:

"Akahai, artinya kebaikan yang diungkapkan dengan kelembutan;

Lōkahi, yang berarti kesatuan, diekspresikan dengan harmoni;

ʻOluʻolu, artinya menyenangkan, diekspresikan dengan keramahan;

Haʻahaʻa, yang berarti kerendahan hati, diekspresikan dengan kesopanan;

Ahonui, artinya kesabaran, diekspresikan dengan ketekunan. "

Meskipun hukum Roh Aloha tidak resmi hingga tahun 1986, asal-usulnya berakar dalam budaya asli Hawaii.

Aloha adalah konsep yang tumbuh dari kebutuhan orang Hawaii untuk hidup dalam damai dan bekerja bersama, selaras dengan tanah dan keyakinan spiritual mereka, kata McGregor kepada saya.

Hak atas foto Babak Tafreshi/Getty Images
Image caption Hukum Roh Aloha sangat berakar pada budaya asli Hawaii.

Terdengar masuk akal. Hawaii adalah pusat populasi paling terpencil di dunia: pantai California jaraknya sekitar 2.400 mil; Jepang lebih dari 4.000 mil. Pulau-pulau di sini kecil - sebagian besar (seperti Maui, tempat saya tinggal) dapat dikelilingi dengan kendaraan dalam satu hari.

Dulu, seperti sekarang, tidak ada jembatan yang menghubungkan antar pulau, dan bahkan perjalanan antar pulau merupakan sebuah tantangan.

Karena tidak ada tempat untuk pergi, satu-satunya pilihan tampaknya, adalah bergaul.

"Menjadi terisolasi, secara historis, nenek moyang kami perlu memperlakukan satu sama lain dan tanah ini, yang memiliki sumber daya yang terbatas, dengan hormat," kata McGregor.

"Bagi orang Hawaii, sumber utama tenaga kerja adalah manusia. Jadi ada kebutuhan untuk kerja kolektif di antara keluarga besar dan hubungan yang penuh kasih dan hormat dinilai sangat tinggi."

Seperti tempat lain, dia menambahkan, Hawaii memiliki masalah dengan orang-orang yang menyalahgunakan kekuasaan.

Namun, katanya, ada bukti bahwa jika seorang pemimpin tidak bertindak "dengan Aloha", orang Hawaii yang cinta damai akan menemukan cara untuk menyingkirkan mereka.

Hak atas foto Brandon Tabiolo/Design Pics/Getty Images
Image caption Lokasi pulau yang terisolasi itu menyebabkan orang Hawaii menempatkan nilai tinggi pada hubungan saling menghormati satu sama lain

Itu tidak begitu berbeda dari bagaimana hukum Roh Aloha diterapkan sekarang ini.

Menurut Kantor Jaksa Negara Bagian Hawaii, hukum ini kebanyakan bersifat simbolik, tetapi itu tidak berarti itu tidak berhasil - terutama ketika dilangkahi oleh para pemimpin politik atau pengusaha.

"Hukum itu hampir tidak mungkin ditegakkan karena itu adalah filsafat yang mengarahkan kode etik dan cara hidup. Meskipun demikian... semua warga negara dan pejabat pemerintah Hawaii berkewajiban untuk bertindak sesuai dengan hukum ini," tulis Dana Viola, wakil jaksa agung pertama Hawaii, dalam sebuah email.

Jika sebuah usaha atau pejabat pemerintah tidak bertindak dengan Roh Aloha, mereka dapat kehilangan bisnisnya atau dihukum secara publik. "Jadi konsekuensinya nyata," tambahnya.

Hak atas foto Linda Ching/Getty Images
Image caption Warga, pengusaha, pejabat pemerintah dan bahkan pengunjung diharapkan untuk bertindak dengan Roh Aloha.

Namun Wendell Kekailoa Perry, asisten profesor di Sekolah Pengetahuan Hawaii Hawai'inuiakea, yang telah mempelajari hukum Roh Aloha secara mendalam, mengatakan bahwa hukum dan sentimennya tidak selalu positif.

"Roh Aloha digunakan untuk menyatakan bahwa semua orang di Hawaii dapat 'merasakan' dan harus menerima cinta untuk kemanusiaan... [dan] mengatakan bahwa Roh Aloha melampaui ras, perbedaan dan merangkul kebersamaan atau 'persamaan'. Itu adalah masalah karena mengabaikan semua kompleksitas kehidupan dan masyarakat kita," kata Perry.

"Mungkin, pada hari yang baik, hukum itu dapat mendukung hak-hak orang Hawaii," tambahnya.

Tetapi pada hari yang buruk, katanya, itu dapat digunakan untuk membungkam penduduk asli Hawaii yang memprotes ketidakadilan di kepulauan ini.

Ketika itu terjadi, "Aloha yang mereka gunakan sebenarnya adalah bagian dari identitas asli yang 'pasif' dan 'tidak membuat kerusuhan' yang dibentuk selama pendudukan dan kontrol AS.

Tapi, jika Anda melihat ribuan debat yang secara terbuka diekspresikan di protes dan di surat kabar berbahasa Hawaii, jelas bahwa sikap pasif bukanlah satu-satunya praktik budaya Hawaii."

Hak atas foto Jose Fuste Raga/Getty Images
Image caption Meskipun hukum Roh Aloha cenderung memiliki kekurangan, namun masih bergema dengan mereka yang tinggal di Hawaii.

Sebelum Paki, yang menginspirasi hukum, meninggal dunia, dia dilaporkan mengatakan bahwa dengan Aloha, dan rasa saling menghormati yang ditimbulkannya, "orang Hawaii memiliki kekuatan untuk menyelamatkan budaya dunia."

Meskipun hukum itu memiliki kekurangan, itu adalah sesuatu yang masih beresonansi di kepulauan ini.

"Para pengunjung ke Hawaii sering berbicara tentang bagaimana Hawaii adalah tempat yang indah, tetapi bagian paling istimewa dari pengalaman mereka adalah orang-orangnya, dan betapa ramahnya orang-orang Hawaii," kata anggota parlemen perwakilan negara bagian Hawaii, Tulsi Gabbard.

"Orang-orang di seluruh Amerika Serikat dan di sekitar dunia pada akhirnya menginginkan perdamaian... Dengan benar-benar menghidupi Aloha - memiliki rasa hormat dan cinta kepada orang lain - kita dapat dikuatkan untuk mengatasi perbedaan itu dan menemukan solusi yang terbaik untuk melayani kesejahteraan manusia dan planet kita."

Seringkali, ketika orang berpikir tentang Hawaii, itu dalam konteks liburan. Ketika saya pindah ke sini dua bulan yang lalu, seorang teman berkata, "Pikirkan saya ketika Anda menikmati koktail di pantai." Dia membayangkan versi kehidupan sehari-hari yang sangat indah yang tidak sesuai dengan kenyataan. Masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, tagihan untuk membayar, belanja, dan cucian untuk melakukan dan semua hiasan lain dari kehidupan normal.

Hukum Aloha Spirit agak mirip. Ini adalah versi ideal dari sesuatu yang memang ada, tetapi terlalu rumit untuk dimasukkan dalam definisi satu halaman.

Untuk saat ini, saya akan mengatakan bahwa Aloha, bagi saya, adalah kebaikan dan harmoni - sesuatu yang penting untuk diingat antara 'hello' dan 'selamat tinggal'.

Seringkali, ketika orang berpikir tentang Hawaii, itu dalam konteks liburan. Ketika saya pindah ke sini dua bulan yang lalu, seorang teman berkata, "Pikirkan saya ketika Anda menikmati koktail di pantai."

Dia membayangkan versi kehidupan saya yang sangat indah yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, tagihan untuk dibayar, belanja, dan cucian untuk dilakukan dan semua kegiatan lain dari kehidupan normal.

Hukum Roh Aloha agak mirip dengan situasi saya. Itu adalah versi ideal dari sesuatu yang memang ada, tetapi terlalu rumit untuk dimasukkan dalam definisi satu halaman.

Untuk saat ini, saya akan mengatakan bahwa Aloha, bagi saya, adalah kebaikan dan harmoni - sesuatu yang penting untuk diingat antara 'halo' dan 'selamat tinggal'.

Anda bisa membaca versi asli tulisan ini diBBC Traveldengan judulIn Hawaii, being nice is the law

Berita terkait