Seorang ibu diminta 'membuktikan sedang menyusui' di bandara Frankfurt

Pompa payudara Hak atas foto Gayathiri Bose
Image caption Aparat keamanan Bandara Frankfurt mencurigai pompa payudara milik Gayathiri Bose.

Seorang perempuan menyampaikan keluhan kepada Kepolisian Jerman karena seorang polisi meminta dia 'menekan' payudaranya untuk membuktikan sedang dalam masa menyusui.

Gayathiri Bose menuturkan kepada BBC bahwa dia merasa 'dipermalukan' dan akan mengkaji kemungkinan untuk gugatan hukum.

Pengalaman buruknya terjadi di Bandara Frankfurt ketika polisi merasa curiga dia membawa pompa payudara namun tidak melakukan perjalanan dengan bayinya.

Kepolisian Jerman menolak memberi komentar pada kasus-kasus tertentu namun mengatakan bahwa langkah-langkah seperti itu jelas bukan bagian dari prosedur yang biasa.

Bose terbang sendirian dari Frankfurt ke Paris, Kamis (19/01), ketika dihentikan setelah pemeriksaan X-Ray, seperti dilaporkan wartawan BBC, Tessa Wong.

'Mana bayimu?'

Perempuan berusia 33 tahun mengatakan dia dipanggil untuk ditanyai setelah tas tangannya -yang berisi pompa payudara- melewati mesin X-Ray.

"Nada mereka meragukan. 'Anda sedang menyusui? Lantas mana bayi Anda? Bayi anda di Singapura?" kata Bose.

Hak atas foto Gayathiri Bose
Image caption Gayathiri Bose memiliki dua anak, berusia tiga tahun dan tujuh bulan.

Para aparat tampaknya tidak percaya ketika dia berkeras sedang berada dalam masa menyusui sehingga memerlukan pompa payudara untuk menyimpan susunya.

Paspornya kemudian diambil dan dia dibawa ke sebuah ruangan oleh seorang polisi perempuan yang meindaklanjuti pemeriksaannya.

Di dalam ruangan itu, polisi tersebut meminta dia agar membuktikan memang sedang dalam masa menyusui.

"Dia meminta saya membuka baju dan agar memperlihatkan payudara saya. Di kemudian bertanya, bagaimana mungkin tidak ada yang melekat di payudara saya, jika memang sedang dalam masa menyusui dan menghasilkan ASI."

Akhirnya menangis

Bose -yang bekerja sebagai manajer perusahaan transportasi- menjelaskan tidak ada yang melekat secara permanen, "Kami biasanya menggunakan pompa di puting dan mesin itu yang bekerja."

"Dia meminta saya untuk memperlihatkan kepada dia dengan menyuruh menekan sedikit lebih keras."

Ibu dari dua anak ini -yang berusia tiga tahun dan tujuh bulan- mematuhi dan memencet susunya walau sebenarnya terkejut karena tidak tahu yang akan dialaminya jika polisi itu membuat dia berada dalam masalah.

"Ketika saya ke luar dari ruangan baru saya pelan-pelan menyadari yang sudah terjadi. Saya mulai menangis. Saya amat kecewa."

Aparat yang awalnya memeriksa kemudian mencoba pompa payudara tersebut sebelum mengembalikan paspor dan dia diizinkan untuk melanjutkan penerbangan ke Paris.

Bose sempat meminta nama polisi perempuan itu dan dia menuliskannya di atas kertas.

Polisi bersangkutan, menurut Bose, sepertinya acuh tak acuh dan sama sekali tidak memiliki empati atas pengalaman buruknya.

Topik terkait

Berita terkait