Eks pemimpin Catalunya berada di Belgia, pengadilan Spanyol siapkan pemeriksaan

Puidgemont Hak atas foto NICOLAS MAETERLINCK/AFP
Image caption Pemimpin Catalunya, Carles Puidgemont, saat menuju ruangan jumpa pers di kota Brussels, Belgia.

Pengadilan tinggi Spanyol memanggil pemimpin Catalunya yang telah dipecat Carles Puidgemont dan 13 anggota pemerintahannya pada akhir pekan ini.

Mereka juga diberi tenggat waktu untuk membayar uang sebesar US$7,2 juta atau lebih dari Rp68 miliar sebagai jaminan.

Surat panggilan itu dikeluarkan setelah Jaksa agung Spanyol, Senin (30/10), akan mengajukan tuntutan terhadap dirinya karena dianggap melakukan pemberontakan.

Pada saat bersamaan, Puigdemont dan beberapa menterinya berada di Belgia. Dia mengatakan berada di negara itu tidak untuk mencari suaka.

Sikap dan tindakan Puigdemont telah memicu krisis di Spanyol setelah dirinya menyetujui referendum kemerdekaan pada awal Oktober di wilayah Catalunya, walaupun ditolak oleh Madrid dan Mahkamah Konstitusi Spanyol yang menyebutnya ilegal.

Hak atas foto AFP
Image caption Unjuk rasa pendukung dan penolak kemerdekaan Catalunya saat Puigdemont berada di Belgia.

Pemerintah pusat Spanyol saat ini telah mengambil kendali pemerintahan di wilayah Catalunya, setelah memecat Puigdemont.

Puigdemont muncul di Brussels pada Senin saat Jaksa Agung Spanyol, Jose Manuel Maza, meminta para pemimpin Catalunya untuk diperiksa atas tuduhan melakukan pemberontakan, penghasutan dan penyalahgunaan dana publik.

Dia akan diperiksa sebagai saksi pada Kamis dan Jumat nanti. Dan apabila dirinya tidak muncul, jaksa bisa memerintahkan penangkapan terhadap Puigdemont.

Puigdemont sebelumnya mengatakan dia akan kembali ke Spanyol apabila ada jaminan persidangan terhadap dirinya berjalan adil.

Sejumlah rekan Puigdemont, yang tetap berada di dalam negeri, menyatakan siap menerima panggilan kejaksaan dan siap tampil di pengadilan, demikian laporan wartawan BBC di Barcelona, James Reynolds.

Hak atas foto JOSEP LAGO/AFP
Image caption Kelompok anti-kemerdekaan Catalunya menggelar unjuk rasa ketika Puigdemont tiba di Brussels, Belgia.

Adapun tim jaksa penuntut menyatakan, materi dakwaan terhadap Puigdemont dan kawan-kawan "serius, rasional dan logis", kata Hakim Carmen Lamela, seperti dikutip Kantor berita AFP.

Dalam perundang-undangan Spanyol, terdakwa pelaku pemberontakan dapat dikenai hukuman maksimal penjara 30 tahun.

Pemilu mendatang

Berbicara dalam jumpa pers, Selasa (31/10), Puigdemont mengatakan dia tidak mencoba melarikan diri dengan melakukan perjalanan ke Belgia, namun dia ingin berbicara lebih bebas.

Puigdemont juga mengatakan dirinya akan menerima hasil pemilihan cepat di wilayah Catalunya pada 21 Desember nanti.

Hak atas foto AURORE BELOT/AFP
Image caption "Saya ingin komitmen yang jelas dari negara, apakah mereka akan menghormati jika hasil pemilu memberi kekuatan kepada kelompok penuntut pemisahan diri?" Tanya Puigdemont kepada wartawan.

"Saya ingin komitmen yang jelas dari negara, apakah mereka akan menghormati jika hasil pemilu memberi kekuatan kepada kelompok penuntut pemisahan diri?" Tanya Puigdemont kepada wartawan.

Pemerintah Spanyol sebelumnya mengatakan bahwa Puiqdemont dipersilahkan untuk mengambil bagian dalam pemilihan baru tersebut.

Dalam perkembangan yang terpisah, pada Selasa, Guardia Civil -sebuah pasukan paramiliter yang memerangkan tugas kepolisian- menyerbu kantor polisi Catalunya.

Menurut laporan media, mereka mencari orang-orang Catalunya yang mendukung referendum pada awal Oktober lalu.

Topik terkait

Berita terkait