Mengapa tahanan narkoba asal AS bisa kabur dari LP Kerobokan Bali?

Lapas Kerobokan, Bali Hak atas foto AFP
Image caption Larinya Cristian Beasley merupakan peristiwa kedua larinnya tahanan/napi asing dari LP Kerobokan sepanjang 2017.

Seorang tahanan warga Amerika Serikat berhasil lari dari Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Bali, Senin (11/12), masih dalam pencarian polisi.

Cristian Beasley, 32 tahun, terdakwa dalam kasus narkoba yang masih dalam proses pengadilan itu, diperkirakan lari saat subuh sekitar pukul 04.10 waktu setempat.

Larinya tahanan atau narapidana asing dari Lapas yang penghuninya jauh melebihi kapasitas ini bukan yang pertama kali terjadi sepanjang tahun 2017.

Bulan Juni empat narapidana asing -asal Australia, Bulgaria, India, dan Malaysia- yang melarikan diri dari Penjara Kerobokan, Bali, setelah menggali terowongan sepanjang 12 meter dengan diameter 40 cm.

Kali ini Beasley dan seorang napi lainya berupaya untuk lari dengan menggergaji teralis.

"Ini kan penghuninya sangat overkapasitas, pegawai yang jaga hanya 10 orang. Kondisi cuaca juga hujan beras tadi pagi. Jadi dia gergaji teralis di atas plafon, terus dia turun memanjat tembok," jelas Kepala Lapas Kerobokan, Tonny Nainggolan, kepada wartawan BBC Indonesia, Liston P Siregar.

Beasley behasil lolos namun rekannya, Paul Anthony Hoffman, berhasil ditangkap warga sekitar yang sempat melihat dia berupaya lari.

Hoffman yang berusia 57 tahun, sedang menjalani hukuman penjara 20 bulan karena menodong beberapa toko dengan pisau.

Hak atas foto AFP
Image caption Kapasitas Lapas Kerobokan 323 penghuni namun saat ini menampung 1.559 orang.

Lapas Kerobokan yang banyak menampung narapidana maupun tahanan narkoba memang sudah melebihi kapasitasnya.

"Kalau sekarang isinya 1.559 sedang kapasitas isinya hanya untuk 323 orang. Kita segera akan menambahkan dua orang dari staf tapi kan tidak cukup, karena ada satu orang yang sedang diopname di rumah sakit."

Sebenarnya sedang berlangsung proses penerimaan staf baru namun saat ini masih belum ditempatkan.

"Kalau yang kemarin itu, yang direncanakan sekitar 25 orang staf laki-laki dan tiga perempuan, tapi itu masih kurang. Tapi kalau kita menggunakan rasio 1:20, ya masih sangat kurang," jelas Tonny Nainggolan.

Saat ini, pihak LP Kerobokan sudah bekerjasama dengan polisi untuk mencari Cristian Beasley.

Topik terkait

Berita terkait