Suami-istri terduga pelaku pelemparan 'bom panci' ke Mapolres Indramayu 'terkait JAD'

bom panci Hak atas foto BBC News Indonesia
Image caption Pejabat kepolisian memegang serpihan bom panci Kampung Melayu, Mei 2017.

Pasangan suami-istri yang berusaha melemparkan panci yang berisi bahan peledak ke Mapolres Indramayu, Jawa Barat, Minggu (15/07) dini hari diduga anggota jaringan Jamaah Anshorut Daulah (JAD), kata pejabat kepolisian.

"Ya, jaringan JAD. Kita tidak takut, justru kita kejar terus (kelompok JAD)," kata Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto kepada wartawan, Minggu (15/07) siang.

Jaringan JAD yang dipimpin Aman Abdurrahman, terpidana berbagai kasus teroris, menurut polisi, berada di balik aksi teror di beberapa gereja di Surabaya pertengahan Mei dan sejumlah serangan bom sebelumnya.

Sebelum peristiwa di Mapolres Indramayu, sempat terjadi baku tembak antara aparat kepolisian dan sejumlah terduga terorisme di jalan Kaliurang 9,5km. Dalam penggerebekan ini, polisi menewaskan tiga terduga teroris.

Namun Agung Budi Maryoto tidak menjelaskan secara rinci tentang identitas suami-istri serta kaitan persianya dengan JAD.

Hak atas foto Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Image caption Sejumlah petugas bersenjata laras panjang jaga ketat Mapolres Indramayu, Jalan Gatot Subroto, Kabupaten Indramayu, Minggu (15/07).

Keterangan polisi sebelumnya menyebutkan dua orang terduga pelaku serangan itu mengendarai sepeda motor dan berusaha menerobos pintu penjagaan Polres Indramayu sekitar pukul 03.00 WIB, Minggu (15/07).

"Polisi mencurigai, kok ada motor tanpa lampu mencoba masuk (Mapolres Indramayu). Ditegur, (mereka) tidak mau berhenti," ungkapnya.

Petugas yang melakukan penjagaan di depan Mapolres kemudian melepaskan tembakan peringatan hingga penembakan kepada yang bersangkutan. "Pelakunya suami istri," katanya.

'Luka kritis'

Salah-seorang terduga pelaku pelemparan panci berisi bahan peledak ke Mapolres Indramayu, Jawa Barat, Minggu (15/07) dini hari, dalam kondisi kritis setelah ditembak polisi, kata pejabat kepolisian.

"Saat ini sedang kritis di rumah sakit karena mengalami luka tembak," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal, seperti diberitakan Kompas.com, Minggu (15/07).

Hak atas foto TRIBUNJABAR/DANIEL DAMANIK
Image caption Petugas yang melakukan penjagaan di depan Mapolres kemudian melepaskan tembakan peringatan hingga penembakan kepada yang bersangkutan. "Pelakunya suami istri," kata Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto.

Menurutnya, dua orang terduga pelaku serangan itu mengendarai sepeda motor dan berusaha menerobos pintu penjagaan Polres Indramayu, sekitar pukul 03.00 WIB.

"(Mereka) melaju cepat menerobos masuk sambil mengejar anggota yang berseragam," ungkapnya.

Aksi itu, lanjutnya, diketahui oleh aparat kepolisian di pos penjagaan yang kemudian melepaskan tembakan.

"Para pelaku lantas berbalik arah menuju gerbang keluar Mapolres Indramayu dan melemparkan satu panci ke arah penjagaan Polres dan melarikan diri," jelasnya. Namun dilaporkan bom panci itu tidak meledak.

Keterangan polisi menyebutkan terduga pelaku yang tertembak berusaha melarikan diri, tetapi kemudian ditangkap.

"Dua-duanya sudah ditangkap," kata Kabag Pensat Divisi Humas Polri, Kombes Yusri Yunus kepada detikcom, Minggu (15/07).

Berita terkait