Jokowi-Ma'ruf Amin resmi mendaftar sebagai bakal capres dan cawapres di KPU

Jokowi-Ma'ruf Amin Hak atas foto ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Image caption Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin (kanan) melambaikan tangan seusai mendaftarkan diri di gedung KPU, Jakarta, Jumat (10/08).

Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin resmi mendaftar sebagai bakal capres dan cawapres pilpres 2019 di Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Jumat (10/08).

Sekitar pukul 10.00 WIB, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin secara simbolis menyerahkan berkas persyaratan pendaftaran kepada petugas di ruangan utama kantor KPU.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan yang berjalan sekitar 15 menit dan menyatakan bahwa dokumen pendaftaran dinyatakan "sudah lengkap".

Keduanya didampingi oleh para ketua umum partai politik yang menjadi pendukungnya, seperti ketua umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri dan Ketua umum PKB Muhaimin Iskandar.

Usai acara, Joko Widodo, dalam keterangan pers, mengajak semua rakyat Indonesia untuk menjadikan proses Pemilu 2019 sebagai perayaan kegembiraan dalam berdemokrasi.

"Demokrasi bukan perang, permusuhan, tapi ajang adu gagasan, ide, rekam jejak, serta prestasi," kata Presiden.

Hak atas foto ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Image caption Pasangan Bakal Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin (kanan) tiba di gedung KPU untuk melakukan pendaftaran di Jakarta, Jumat (10/08).

Dia juga memberikan ucapan selamat kepada bakal calon presiden Prabowo Subianto dan bacawapres, Sandiaga Uno.

Pak Prabowo dan Pak Sandiaga Uno adalah putra terbaik. Beliau sama dengan saya, ingin berjuang untuk kemajuan bangsa..." tandas Presiden Joko Widodo.

Berangkat dari Gedong Joang 45

Sebelum ke KPU, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin bertemu dengan pimpinan partai politik pendukungnya di Gedong Joang 45 di kawasan Menteng, Jakarta.

Di gedung bersejarah itu, massa pendukungnya kemudian menyambut kedatangan Jokowi-Ma'ruf Amin dengan bacaan salawat dengan diiringi gendang serta tari-tarian tradisional.

Para pemimpin politik yang bergabung dalam koalisi Jokowi ikut pula menyambut pasangan bakal capres dan cawapres.

Jokowi mengenakan kemeja putih dengan motif gambar yang bertuliskan "Bersih Merakyat Kerja Nyata" di dadanya, sementara Ma'ruf Amin mengenakan kopiah hitam dan bersarung.

Hak atas foto ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Image caption Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin (kanan) melambaikan tangan seusai mendaftarkan diri di gedung KPU, Jakarta, Jumat (10/08).

Sebelum diarak menuju ke KPU pukul 09.15 WIB, Jokowi mengenalkan kembali Ma'ruf Amin, bakal calon wakil presiden yang akan mendampinginya dalam pilpres mendatang, di hadapan massa pendukungnya.

"Saya yakin KH Ma'ruf Amin adalah figur yang tepat... beliau sosok yang utuh, ulama yang bijaksana, ulama yan dihormati umat Islam di seluruh Tanah Air," kata Jokowi dalam pidato sambutannya di Gedong Joang.

Jokowi juga menekankan bahwa Ma'ruf Amin merupakan sosok yang memahami persoalan ekonomi yang antara lain didasarkan pidato pengukuhannya sebagai profesor yang menitikberatkan pada persoalan ekonomi.

'Inspirasi dari Gedong Joang 45'

Di hadapan massa, Jokowi juga menyentil sejarah Gedong Joang 45 yang menjadi titik berangkat mereka untuk mendaftar ke KPU.

Hak atas foto ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Image caption Bakal calon presiden petahana Joko Widodo (tengah) menyampaikan pidato politik didampingi calon wakil presiden Ma'ruf Amin (kelima kanan) dan para ketua umum partai politik pendukung di Gedung Joang, Jakarta, Jumat (10/08).

"Di masa lalu, Gedong Joang 45 adalah tempat di mana para pejuang politik kita, seperti Bung Karno, Bung Hatta, Adam Malik, semuanya digembleng sisi politiknya," ungkap Jokowi.

Menurutnya, Gedong Joang 45 mewakili semangat perjuangan para pemuda yang menyala untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

"Kini Gedong Joang 45 kita pilih sebagai titik awal untuk memulai perjuangandalam perubahan dan mengisi kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan kita," tandasnya.

Ma'aruf Amin, dalam pidatonya, juga menyinggung sejarah penting kehadiran Gedong Joang 45 yang menurutnya menjadi inspirasi dirinya dan Joko Widodo.

Berita terkait