AHY-Jokowi: 'SBY ingin berikan support kepada Presiden Jokowi'

Agus Harimurti Yudhoyono Hak atas foto ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww

Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pemilu 2019 Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menemui Presiden Joko Widodo pasca pengumuman hasil rekapitulasi suara pemilu 2019 oleh KPU yang memenangkan paslon Jokowi-Ma'ruf dalam pemilihan presiden.

Pertemuan kedua dalam sebulan terakhir antara AHY dengan Jokowi tersebut dilangsungkan di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/5) pagi.

"Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan kami sebelumnya di Istana Merdeka Jakarta pada tanggal 2 Mei yang lalu," tutur AHY di hadapan awak media.

AHY mengaku bahwa ia menjadi jembatan komunikasi antara sang ayah, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, dengan Jokowi.

Ia menyatakan bahwa dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan harapan SBY sebagai presiden dua periode (2004-2014) untuk membagikan kebijaksanaan dan pengalamannya dengan Jokowi.

"Dalam rangka memberikan support kepada Presiden Jokowi dalam menangani situasi politik, hukum dan keamanan akhir-akhir ini, utamanya pascapengumuman hasil rekapitulasi pemilu 2019," ungkapnya tenang.

Hak atas foto ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww
Image caption Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Bogor, Rabu (22/5/2019). Dalam pertemuan tersebut Partai Demokrat menyampaikan selamat atas hasil Pilpres 2019 yang telah diumumkan oleh KPU.

AHY menyampaikan selamat secara langsung kepada Jokowi dalam pertemuan itu, seperti yang dilakukan ayahnya, SBY, pada Selasa (21/5) malam melalui sambungan telepon.

Selain menelepon secara pribadi, SBY juga mengutarakan ucapan selamat tersebut ke muka khalayak melalui pernyataan video yang diunggahnya ke akun YouTube Demokrat TV.

"Mengiringi ucapan selamat saya kepada Bapak Joko Widodo dan Bapak Ma'ruf Amin, dalam kapasitas saya sebagai presiden Republik Indonesia ke-6, atas kepercayaan rakyat yang diberikan kepada bapak berdua untuk pada saatnya memimpin Indonesia lima tahun mendatang, saya menyambut baik dan mendukung penuh komitmen dan tekad mulia bapak berdua untuk memimpin dan mengayomi rakyat Indonesia secara adil tanpa kecuali," tutur SBY dalam video tersebut.

Ini adalah pertemuan kedua AHY dengan Jokowi dalam sebulan terakhir. Sebelumnya, pada 2 Mei lalu, keduanya melakukan pertemuan empat mata di Istana Merdeka.

Demokrat mantap merapat ke kubu Jokowi?

Pertemuan tersebut dinilai pengamat politik dari Pusat Kajian Politik (Puskapol) Universitas Indonesia, Hurriyah, memperkuat sinyal merapatnya Partai Demokrat ke lingkaran pemerintahan.

Akan tetapi, menurutnya, hubungan tersebut tidak hanya diinisiasi kubu Demokrat semata. Jokowi memiliki kepentingan untuk mendapatkan sebanyak mungkin dukungan partai politik di periode keduanya nanti.

"Stabilitas pemerintahan," sebut Hurriyah tentang alasan traksi kedua pihak.

"Yang diharapkan, bisa lebih menguatkan koalisinya menjadi jauh lebih stabil."

Hak atas foto Firman Hidayat/Anadolu Agency/Getty Images

Hurriyah menyebut hal itu sebagai "prioritas utama dari pemerintahan Jokowi", terutama karena mantan wali kota Solo tersebut tidak akan maju lagi di periode berikutnya.

"Hubungan antara (lembaga) eksekutif dengan (lembaga) legislatif juga bisa lebih smooth dinamikanya," lanjutnya.

Keberadaan Partai Demokrat di dalam koalisi pemerintahan juga bisa menggantikan kursi yang hilang di parlemen, yang sebelumnya diduduki oleh partai yang kini tidak lolos melenggang ke Senayan seperti Hanura.

"Jadi, ada kebutuhan yang besar dari Jokowi untuk merangkul lebih banyak suara."

Rencananya, selain pertemuan dengan AHY pagi tadi, Presiden Joko Widodo dijadwalkan untuk menggelar pertemuan dengan ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan yang sekaligus merupakan ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN), partai pendukung Prabowo-Sandi, Rabu siang di Istana Bogor, Jawa Barat.

Berita terkait