Militants claims attack on Egypt tourist bus

Bus parisiwata Mesir, AP Hak atas foto AP
Image caption A damaged bus after a deadly explosion Sunday near the Egyptian border crossing with Israel.

Belajar Bahasa Inggris melalui berita BBC tentang serangan bom di Mesir dan penyelidikan PBB atas pejabat Korea Utara.

Militants claims attack on Egypt tourist bus

An Islamist militant group based in Egypt's Sinai peninsula, Ansar Bayt al-Maqdis, says it carried out a bomb attack on a tourist bus near the Israeli border on Sunday.

The blast killed two South Korean tourists and the Egyptian driver and injured more than ten others.

In a statement published on a jihadist website, the group said it would continue to hit economic targets in Egypt.

This was the first attack on tourists in nearly a decade raising fears that the militants have renewed a campaign to wreck the flagging tourism industry.

Militan akui serangan atas bus pariwisata Mesir

Kelompok militan Islam yang bermarkas di Semenanjung Sinai Mesir, Ansar Bayt al-Maqdis mengaku telah melancarkan serangan bom ke sebuah bus wisata di dekat perbatasan Israel hari Minggu.

Ledakan itu menewaskan dua wisatawan Korea Selatan dan sopir asal Mesir dan mengakibatkan lebih 10 orang lainnya luka-luka.

Dalam pernyataan yang diterbitkan melalui situs jihad, kelompok itu mengatakan akan terus menyerang perekonomian Mesir.

Ini adalah serangan pertama terhadap para wisatawan sejak hampir sepuluh tahun munculnya kekhawatiran bahwa para militan telah memperbarui upaya menghancurkan industri pariwisata yang melemah.

North Korean officials should face international justice

Hak atas foto AP
Image caption Michael Kirby shows a UN letter to North Korean leader warning on-accountability for crimes.

The head of a United Nations panel has said the crimes against humanity it has uncovered in North Korea are strikingly similar to the atrocities committed by the Nazis during the Second World War.

The commission of inquiry said it had heard evidence of murder, torture, starvation and enslavement.

Its chairman, Michael Kirby, said they had identified hundreds of North Korean officials, including the supreme leader, Kim Jong-un, who should face international justice.

North Korea rejected the report, calling it a political plot by the United States and its allies.

Pejabat Korut harus dibawa ke pengadilan internasional

Ketua panel PBB mengatakan bahwa kejahatan kemanusiaan yang telah terbongkar di Korea Utara mirip dengan kekejaman yang dilakukan Nazi saat Perang Dunia II.

Komisi penyelidikan mengatakan mereka mendengar bukti-bukti pembunuhan, penyiksaan, kelaparan, dan perbudakan.

Ketua tim penyelidik, Michael Kirby mengatakan mereka telah mengidentifikasi ratusan pejabat Korea Utara, termasuk pemimpin negara itu, Kim Jong-un yang seharusnya dibawa ke pengadilan internasional.

Korea Utara membantah laporan itu dan menyebutnya sebagai rencana politik Amerika Serikat dan sekutunya.

Berita terkait