Sedition charge in Malaysia

Masjid Hak atas foto none
Image caption A sedition charge for appearing in a satirical video that's angered a number of Muslim groups.

Belajar bahasa Inggris melalui berita BBC dalam dua bahasa dengan berita tentang dugaan pelecehan agama di Malaysia dan Coca Cola yang meniadakan unsur kontroversdial dari ramuan minumannya.

Sedition charge in Malaysia

A senior opposition politician in Malaysia has been charged with sedition for appearing in a satirical video that's angered a number of Muslim groups.

Teresa Kok, of the Democratic Action Party, said the prosecution was an attempt to undermine the country's opposition, after its strong showing in last year's general election.

In the video, the member of parliament pokes fun at a number of political problems in Malaysia. It led to hundreds of complaints.

The Prime Minister, Najib Razak, has promised to abolish the sedition act.

Dakwaan penghasutan di Malaysia

Seoarang politikus senior Malaysia didakwa dengan penghasutan karena tampil dalam video satir yang membuat marah sejumlah kelompok Muslim.

Teresa Kok dari Partai Aksi Demokratik mengatakan penuntutan sebagai upaya untuk melemahkan oposisi di negara itu setelah hasil yang baik pada pemilihan umum tahun lalu.

Dalam video, anggota parlemen tersebut membuat lelucon atas sejumlah masalah politik di Malaysia. Hal itu mendorong ratusan keluhan.

Perdana Menteri Najib Razak sudah berjanji akan menghapuskan undang-undang penghasutan.

No more BVO in Coca Cola

Hak atas foto Getty
Image caption It will replace BVO which is used as a flavouring stabiliser but is also found in fire retardants.

The world's largest drinks-producer, Coca Cola, says it will remove a controversial ingredient from all its drinks.

The company says it will replace brominated vegetable oil, or BVO, which is used as a flavouring stabiliser but is also found in fire retardants.

A spokesman for Coca Cola, Josh Gold, said the decision to remove BVO was not an issue of safety and that the current use of the chemical complies with all regulations in the countries where drinks containing it are sold.

Coca-Cola's decision reflects the power of public pressure on companies. An online petition questioning the use of BVO has been signed by thousands of people.

Tidak ada lagi BVO di Coca Cola

Produsen minuman terbesar dunia, Coca Cola, mengatakan akan mencabut sebuah unsur yang kontroversial dari semua minumannya.

Perusahaan itu mengatakan akan menggantikan brominated vegetable oil, BVO, atau minyak sayur yang sudah diproses secara kimia yang digunakan untuk menstabilkan rasa namun juga ditemukan dalam bahan pemadam kebakaran.

Seorang juru bicara Coca Cola, Josh Gold, mengatakan keputusan untuk mencabut BVO bukan karena masalah keselamatan dan penggunaan bahan kimia itu sesuai dengan semua peraturan di negara-negara tempat minuman mereka diminum.

Keputusan Coca-Cola mencerminkan tekanan umum atas perusahaan-perusahaan. Sebuah petisi yang mempertanyakan BVO sudah ditandatangani ribuan orang.

Berita terkait