Sekolah berbasis NU ditambah

Said Aqil Siradj (kiri), Slamet Effendy Yusuf
Image caption Said Aqil Siradj mendapatkan 294 suara, sementara Slamet Effendy 201 suara

KH Said Aqil Siradj yang resmi terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 2010-2015, mengatakan akan menambah sekolah-sekolah berbasis NU.

"Tiap cabang harus ada madrasah NU. Yang sudah ada harus ditambah," kata Said setelah terpilih.

Said, salah satu mantan ketua PB NU periode lalu ini mengalahkan Slamet Effendy dalam pemilihan ketua Badan Tanfidziyah NU, dengan mengantongi 294 suara.

Sementara Slamet didukung oleh 201 suara peserta muktamar NU ke-32 di Makassar.

Dalam program kampanyenya, Said mengatakan akan membawa NU kembali ke pesantren.

Said mengatakan salah satu bentuk programnya yang paling nyata adalah menambah jumlah sekolah-sekolah berbasis NU.

Kiai kelahiran Cirebon Jawa Barat ini dipilih dengan dukungan kuat dari suara pengurus NU wilayah Jawa, Sumatera, Papua serta sebagian Kalimantan.

Kejutan Slamet

Image caption Said mengatakan akan membawa NU kembali ke pesantren

Di luar perhitungan banyak pihak, dalam pemilihan pencalonan ketua umum PB NU, KH Solehudin Wahid tersingkir.

Gus Solah banyak diunggulkan sebelumnya karena mendapat dukungan kuat pengurus daerah Jawa Timur yang paling banyak mempunyai suara dalam struktur organisasi NU.

Di tengah berlangsungnya muktamar, isu dukungan kelompok luar muktamar dengan dana besar merebak.

Slamet Effendy membantah dirinya banyak mendapat suara karena dukungan semacam itu.

"Saya malah baru dengar dari Anda," kata Slamet saat dimintai tanggapxan tentang berkembangnya isu politik uang ditengah muktamar.

"Jangan kaitkan besarnya dukungan pada saya dengan itu. Ini adalah buah dari interaksi saya selama dua periode menjabat sebagai Ketua GP Ansor," tambahnya.

Keprihatinan tentang berkembangnya indikasi politik uang antara lain diungkapkan kelompok muda NU.

Mereka menyatakan persiangan keras dalam perebutan kursi ketua tidak sejalan dengan prinsip tradisi moral NU.

Berita terkait