PDIP bantah kultuskan Mega

PDI Perjuangan
Image caption PDI Perjuangan akan tetap mengambil oposisi terhadap pemerintah

Kongres III PDI Perjuangan sampai hari ketiga hampir tidak ada pembahasan soal Ketua Umum sebab Megawati Soekarnoputri sudah dipastikan akan kembali menjadi ketua umum PDI Perjuangan, bahkan sebelum kongres dimulai.

Meski memilih Mega kembali PDI Perjuangan membantah telah terjadi pengkultusan terhadap putri sulung Bung Karno itu.

Tidak seperti kongres sebelumnya tak ada calon ketua lain yang bermunculan atau bahkan sampai membuat kongres tandingan.

Kali ini Guruh Soekarnoputra dicalonkan oleh sejumlah perwakilan cabang namun tertutup peluangnya untuk menjadi ketua umum karena hanya dicalonkan oleh empat cabang dari 395 cabang yang memiliki suara di Kongres.

Guruh menilai proses ini tidak demokrastis.

Peluang calon lain untuk muncul pun sulit, sebab melalui sistem 'voting block' utusan kongres wajib membawa berita acara yang berisi nama calon ketua PDI Perjuangan untuk lima tahun mendatang.

Pengamat menilai dipilihnya Megawati sebagai ketua umum PDI Perjuangan merupakan bentuk pengkultusan terhadap sosok putri sulung Presiden pertama RI Soekarno.

Meski kalangan internal PDIP menyebut hanya Mega yang bisa menjadi perekat partai. Seperti disampaikan pengamat politik dari universitas Pendidikan Nasional Denpasar Bali, Nyoman Subanda.

Tokoh PDIP Taufik Kiemas membantah terpilihnya Mega sebagai ketua umum PDIP selama tiga periode merupakan bentuk pengkultusan.

Menurut Taufik, dalam periode kepemimpinan 2010-2015, PDIP akan menjalankan proses regenerasi yang merupakan kebutuhan partai.

Sementara itu, masalah regenerasi dalam tubuh partai juga disadari oleh politikus muda PDI Perjuangan Budiman Sujatmiko tetapi untuk periode sekarang masih membutuhkan Mega sebagai alat yang sangat penting untuk perjuangan partai.

Budiman mengatakan periode ketiga kepemimpinan Mega ini akan digunakan untuk memoderinisasi manajemen partai.

Kongres III PDIP di Sanur Bali ini, diharapkan oleh sejumlah kalangan dapat menghasilkan terobosan baru, seperti mengubah manajeman politik lebih modern sehingga partai ini tak hanya bergantung kepada Megawati yang menjadi simbol ideologis.