Saefudin Zuhri divonis 8 tahun

Ledakan di JW Marriot
Image caption Zuhri ditangkap beberapa pekan sebelum dua hotel Jakarta dibom

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 8 tahun penjara kepada Saefudin Zuhri, terdakwa 'penyembunyi' tersangka teroris Noordin M. Top, yang tewas dalam penggerebekan polisi September 2009.

Majelis Hakim yang diketuai oleh Hariyanto menyatakan Saefudin Zuhri terbukti bersalah melanggar pasal 13 Undang-undang No 15/2005 tentang pemberantasan terorisme.

Pertimbangannya, kata Hariyanto, terdakwa pernah beberapa kali bertemu dengan Noordin M Top tetapi tidak pernah melapor kepada polisi padahal polisi telah menyebar foto warga Malaysia tersebut di mana-mana.

Namun Saefudin Zuhri melalui pengacara menyatakan bahwa dia memang tidak mengetahui orang yang dia panggil 'abang' tersebut adalah Noordin M Top, sebab foto-foto yang disebar berubah-ubah.

Pikir-pikir

Wartawan BBC di Jakarta, Heyder Affan melaporkan bahwa vonis ini dua tahun lebih ringan dibanding tuntutan jaksa.

Usai vonis jaksa penuntut dan pengacara Saefudin menyatakan masih pikir-pikir untuk mengajukan banding atau tidak.

Sebelumnya, jaksa menuntut Zuhri dihukum 10 tahun penjara karena turut membantu menyembunyikan Noor Din M Top yang pada saat itu dikejar polisi.

Menurut jaksa, Zuhri pernah mencarikan rumah kontrakan untuk Noor Din di Cilacap, Jawa Tengah.

Dia bahkan mempertemukan Noor Din dengan Arina Rahmah yang kemudian dinikahi Noordin. Saefudin Zuhri ditangkap polisi di Cilacap beberapa pekan sebelum pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton pertengahan Juli 2009.

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita bahan peledak di rumahnya. Adapun Noor Din tewas dalam penggerebekan pada 17 September 2009 di Kecamatan Jebres, Solo.

Berita terkait