Aceh Barat razia pakaian ketat

Razia pakaian ketat
Image caption Wanita berpakaian ketat diberi peringatan dan rok panjang gratis

Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, mulai hari Kamis (27/5) memberlakukan Peraturan Bupati tentang Model Busana Muslim.

Para petugas diterjunkan di beberapa tempat untuk melakukan razia terhadap orang-orang yang memakai celana panjang dan petugas membagi-bagikan rok panjang kepada warga yang dianggap melanggar.

"Kita harapkan masyarakat Aceh Barat menaati tata busana Muslim sesuai dengan tata kehidupan beragama yang sebenarnya," kata Bupati Aceh Barat, Ramli Mansur, kepada BBC Indonesia.

Pemerintah menyediakan 20.000 rok panjang dan diberikan secara cuma-cuma kepada warga yang memakai baju ketat atau yang mengenakan celana panjang.

"Laki-laki harus memakai celana di bawah lutut dan menutup pusar, sedangkan wanita harus berbusana Muslim dan rok itu merupakan bagian dari busana Muslim," tambahnya.

Pihak berwenang, kata Bupati, pada tahap pertama hanya mengingatkan kepada pelanggar untuk tidak mengenakan pakaian ketat dan memberikan rok gratis.

Untuk tahap berikutnya, pihak berwenang akan menyita celana yang dipakai warga dan celana itu selanjutnya akan dikirim ke desa tempat warga tinggal.

Namun seorang warga setempat, Imah, seperti dikutip kantor berita Reuters, memprotes tindakan polisi syariah yang memintanya memakai rok panjang.

"Saya tahu saya mengenakan celana jeans tetapi baju atas saya panjang dan saya tidak tampak seperti laki-laki dan jeans saya longgar," tuturnya.

Puluhan pelanggar hari ini dicatat dan diberi peringatan oleh polisi syariah setempat.

Berita terkait