Menkominfo akan buat filter internet

Warung internet
Image caption Warung internet semakin banyak dikunjungi

Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, mengatakan akan mempercepat peraturan untuk menyaring internet, terutama bahan pornografi.

Tifatul mengharapkan peraturan baru itu bisa dikeluarkan akhir tahun ini.

Akan tetapi, kalangan media Indonesia mengkhawatirkan langkah Menteri Tifatul itu akan kembali menghidupkan Rancangan Peratur Menteri, RPM, Konten Multimedia yang sudah dibatalkan karena mendapatkan tentangan keras.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Nezar Patria, menuduh Tifatul memanfaatkan kontroversi peredaran video porno di Indonesia akhir-akhir ini untuk menggolkan peraturan yang bisa merugikan pers secara keseluruhan.

Nezar mengatakan, dia tidak berkeberatan kalau Menkominfo mempertegas RPM Konten Multimedia sehingga terfokus pada upaya untuk mencegah bahan-bahan porno dan bahan-bahan lainnya seperti ucapan kebencian (hate speech) dan gambar-gambar yang bisa menyulut permusuhan antarkelompok.

"Kita jelas tidak lagi mempersoalkan atau tidak juga melakukan penentangan terhadap aturan atau regulasi yang mengatur harm contents (bahan yang merusak)," kata Nezar.

Menurut mantan aktivis demokrasi era 1998 itu, harm contents bukan hanya pornografi tetapi termasuk juga hate speech (pidato/pernyataan kebencian).

"Tayangan, ucapan ataupun gambar yang membangkitkan kebencian antarkelompok..., itu juga kita tidak setuju dengan bebas ditayangkan atau terbitkan," kata Nezar.

Porno hina Pancasila

Menteri Tifatul Sembiring mengatakan akan menyusun naskah RPM baru melalui konsultasi dengan para anggota DPR.

Sementara itu, para anggota DPR sendiri mendesak supaya Kementerian Kominfo melancarkan kampanye 'internet sehat' dengan menjelaskan kepada masyarakat bagaimana cara menggunakan internet dengan baik.

Tifatul juga berkomentar mengenai video porno yang dibintangi tiga artis mirip Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari.

Media playback tidak ada di perangkat Anda

"Video porno itu menghina konsitusi negara dan Pancasila," kata Menteri sambil menyebutkan sila pertama tentang Ketuhanan Yang Maha Esa.

Dengan menyebutkan survei di tahun 2007 yang menunjukkan 97% siswa sekolah menengah di Indonesia sudah masuk ke situs porno, Tifatul mengatakan bahwa dia tidak bisa lagi berdiam diri dan hanya menonton bangsa Indonesia terkena racun.

Tak bisa diam

Menurut berbagai laporan media, RPM baru yang diusulkannya termasuk filter elektronik situs internet dan pembuatan daftar hitam bahan-bahan yang menyinggung yang akan dipantau oleh satuan tugas khusus.

Dikatakan, RPM baru itu sudah mendapatkan dukungan dari kalangan DPR.

Image caption Ariel dan Luna Maya disibukkan video porno yang pelakunya mirip mereka

Menanggapi kekhawatiran luas bahwa Kemkominfo akan membentuk semacam lembaga sensor internet, kepala humas kementerian itu, Gatot Dewa Subroto, mengatakan tidak ada keinginan pihaknya untuk melakukan itu.

Dia mengatakan, yang ada hanya memina kalangan penyedia jasa internet (Internet Service Provider, ISP) untuk proaktif mencegah bahan-bahan yang sifatnya merusak, kata Gatot.

"ISP tidak perlu menunggu perintah menteri. Mereka bisa langsung mengambil tindakan untuk mengisolasi bahan yang negatif begitu ada pengaduan dan terbukti pasti secara justifikasi ada pelanggaran," kata Gatot.

Berita terkait