Penduduk RI bertambah 32 juta jiwa

BPS

Angka mutakhir jumlah penduduk Indonesia sekarang mencapai lebih dari 237 juta jiwa, demikian sensus 2010.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) yang baru saja menyelesaikan Sensus Penduduk 2010, angka tersebut merupakan perkiraan hampir final dari hitungan jumlah penduduk.

"Lebih dari 237 juta tetapi tidak akan melebihi 238 jutaan," kata Rusman Heriawan, Ketua BPS dalam sebuah pernyataan pers di Jakarta.

Dengan demikian jumlah penduduk Indonesia naik sekitar 32 juta jiwa dalam masa sepuluh tahun terakhir, atau sejak sensus 2000.

Rabu (30/06) kemarin, BPS menyatakan Sensus Penduduk 2010 resmi berakhir setelah sebelumnya diperpanjang akibat adanya kesulitan menyelenggarakan cacah jiwa di sejumlah daerah akibat berbagai hal.

Dalam tambahan periode waktu sensus, antara lain BPS menyelesaikan keluhan warga yang belum tercakup dalam sensus, serta mengatasi masalah warga yang menolak disensus.

Kesulitan menghitung

Sensus 2010 antara lain diwarnai dengan kesulitan cacah jiwa di lokasi pemukiman penduduk berada terutama yang tinggal di apartemen.

"Memang alasannya antara lain karena yang tinggal disana adalah warga asing, sehingga mereka mungkin enggan disensus," kata Rusman.

Alasan lain, adalah adanya keengganan menjawab beberapa detil pertanyaan dalam lembar sensus yang dianggap bersifat pribadi atau rahasia seperti siapa kepala rumah tangga, berapa penghasilan dan apa bidang pekerjaan obyek sensus.

"Karena itu kita terpaksa melakukan kompromi untuk warga apartemen, yang penting everybody counted,"tambah Rusman.

Yang dimaksud Rusman dengan kompromi adalah tidak semua warga yang enggan disensus menjawab seluruh pertanyaan sebagaimana yang umumnya dilakukan oleh penduduk lain.

Meski penjelasannya tak rinci, cara ini dianggap lebih baik karena tetap memasukkan hitungan seluruh warga Indonesia dalam sensus.

Di daerah seperti Jakarta, BPS setempat menggunakan ancaman penjara lima tahun dan denda hingga Rp 100 juta untuk warga apartemen yang berkeras menolak sensus.

Dari sekitar 50 unit apartemen di Jakarta, hingga pekan lalu masih sekitar 15 persen yang penghuninya menolak kehadiran petugas sensus.

Berita terkait