Aktivis ICW minta perlindungan LPSK

Aktivis ICW
Image caption Aktivis ICW akan mengajukan perlindungan kepada LPSK

Lembaga Pemantau Korupsi Indonesia, ICW, akan meminta perlindungan terhadap salah satu aktivisnya, Tama Satrya Langkun yang menjadi korban kekerasan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, LPSK.

Salah satu anggota ICW, Emerson Yuntho, mengatakan mereka masih berkoordinasi untuk menyampaikan pengaduan ini.

"Kita masih berkoordinasi apakah pengaduan ini akan dilakukan oleh Tama atau diwakili oleh salah satu anggota ICW," kata Emerson.

"Beberapa waktu yang lalu LPSK telah menawarkan perlindungan kepada Tama namun dia masih belum bisa melakukan pengaduan karena kondisi kesehatannya."

Menurutnya ICW akan menyerahkan bentuk perlindungan terhadap tama kepada LPSK.

"Sejauh ini kita serahkan mekanismenya kepada LPSK, selama ini ada beberapa model perlindungan seperti safe house atau rumah aman dan perlindungan dari gugatan kriminalisasi pihak ketiga."

Tama Satrya Langkun saat ini masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarta setelah mengalami penganiayaan pada hari Kamis pekan lalu (08/07).

ICW menduga penganiayaan ini berkaitan dengan sejumlah laporan soal rekening mencurigakan milik sejumlah pejabat Polisi yang disampaikan Tama kepada KPK dan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum.

Kasus yang menimpa Tama juga mendapat perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada hari Sabtu (10/07).

"Apapun tantangan, rintangan dan ancaman yang dialami semua, misi ini harus tetap berlanjut. The show must go on," kata Presiden Yudhoyono seusai menjenguk Tama akhir pekan lalu.

Sebelumnya Polisi juga meminta masyarakat mempercayakan proses penyelidikan ini kepada mereka.

"Kami meminta masyarakat untuk mempercayai Polri dalam mengungkap kasus ini secara profesional dan kami berjanji akan mengungkap kasus ini secara profesional," kata Juru Bicara Mabes Polri, Edward Aritonang.

ICW berharap polisi mampu mengungkap kasus ini dalam waktu satu pekan.

"Mungkin tenggat waktu penyelesaiannya satu minggu untuk mengungkap kasus ini karena kalau terlalu lama nanti alat buktinya hilang dan pelakunya melarikan diri," kata Emerson.