Tarif listrik baru salah

listrik

Pemerintah Indonesia akan membenahi dua tarif yang menurut para pengusaha membuat tarif listrik baru yang harus mereka bayar mencapai 70-80% bukan 10-15% seperti yang diumumkan.

Menko Perekonomian Hatta Radjasa mengungkap langkah itu seusai memimpin rapat pembahasan tarif listrik baru bagi perusahaan di Jakarta hari Rabu (14/07).

"TDL sudah fix sesuai Undang-Undang. Struktur tarif lain akan dibenahi. PLN sedang menghitung tarif multi guna dan tarif daya maksimum karena ke depan tidak boleh ada lagi," ujar Hatta Radjasa.

"Sekarang sedang dibahas berapa pantasnya pengenaan tarif daya maksimum apakah empat jam atau tiga jam. Kemudian tarif minimumnya."

Menko perkonomian menegaskan PLN saat ini sedang bekerja untuk menghitung ulang dua tarif itu.

Para pengusaha mengajukan protes kepada pemerintah setelah Tarif Dasar Baru, TDL, mulai berlaku tanggal 1 Juli lalu karena merasa dibebani dengan kedua tarif tersebut sehingga listrik yang harus mereka bayar 70-80 persen lebih tinggi dari tarif lama.

Pemerintah Indonesia mengumumkan kenaikan TDL antara 10-15%, dengan pengusaha ditetapkan menanggung kenaikan 15% sementara pelanggan rumah tanggal kelas 1.300 watt ke atas dibebani kenaikan 10%.

Pemerintah mengatakan hitungan baru kenaikan TDL industri akan diumumkan minggu ini.

Di Indonesia saat ini terdapat sekitar 40 juta pelanggan listrik separuh diantaranya menggunakan kapasitas 450-900 watt yang tidak terkena kenaikan TDL.

Berita terkait