Kapolri umumkan 'rekening gendut' siang nanti

Kapolri Jendral Pol Bambang Hendarso Danuri
Image caption Penjelasan Kapolri terkait 'rekening gendut'sudah lama ditunggu publik

Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri dijadwalkan akan langsung menyampaikan hasil penyelidikan Mabes Polri terkait lebih dari seribu rekening mencurigakan, yang sebagiannya diduga milik perwira tinggi polisi.

Kapolri akan menyampaikan penjelasan ini lepas sholat Jumat (16/07), siang nanti.

Menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jendral Pol Edward Aritonang, Kapolri akan didampingi pula oleh pejabat Pusat Pelaporan dan Analisi Transaksi Keuangan PPATK dalam memberikan keterangan.

Adalah laporan dari PPATK kepada Mabes Polri terkait lalu lintas transaksi keuangan 2005-2010 yang menjadi dasar temuan rekening-rekening mencurigakan tersebut.

Makan korban

Ramainya pemberitaan terkait rekening bernilai besar, yang kemudian lazim disebut dengan rekening gendut, membuat Mabes Polri berkali-kali disorot.

Mabes Polri bahkan kemudian mengadukan Tempo pada Dewan Pers terkait tudingan pencemaran nama baik karena majalah mingguan itu menggunakan citra tiga babi sebagai penggambaran rekening perwira Polri.

Belakangan sengketa ini berhasil didamaikan Dewan Pers, namun berikutnya jatuh korban lain seorang pegiat yang dianiaya diduga karena dia banyak melakukan penelitian dan pelaporan terkait kasus ini.

Polisi sempat membantah ada kaitan langsung antara kasus ini dan penganiayaan tersebut.

Tama Satrya Langkun, baru pulang dari rumah sakit akibat penganiayaan itu Kamis (15/07) kemarin, dan langsung meminta perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan korban karena menduga pengalamannya bukan yang terakhir.