Hakim Ibrahim dituntut 12 tahun

Image caption Suap adalah salah satu bentuk korupsi

Dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jaksa Sarjono Turin menuntut hukuman penjara 12 tahun bagi hakim pengadilan tinggi tata usaha negara (PT TUN) Ibrahim yang didakwa melakukan tindak pidana korupsi.

Jaksa mendakwa Ibrahim telah menerima suap sebesar Rp 300 juta dari seorang pengacara bernama Adner Sirait untuk memenangkan kasus sengketa tanah PT Sabar Ganda.

Dalam berkas tuntutannya Sarjono Turin menuturkan uang itu diberikan agar Ibrahim yang merupakan hakim ketua kasus sengketa tanah itu bisa memenangkan PT Sabar Ganda yang tengah mengajukan banding di PT TUN.

"Tersangka bersalah melakukan pasal 12 huruf c UU No 31 thn 1999," ujar Sarjono.

Selain pidana penjara 12 tahun, jaksa juga menuntut Ibrahim membayar denda Rp 200 juta.

Mendengar tuntutan 12 tahun penjara, Ibrahim nampak terkejut. Ibrahim yang harus menjalani cuci darah tiap bulannya ini menyatakan akan membacakan nota pembelaan terhadap tuntutan jaksa tersebut.

"Saya akan sampaikan pembelaan yang mulia," katanya.

Sebelum sidang ini, dua tersangka lain kasus ini yakni DL Sitorus dan Adner Sirait juga sudah menjalani sidang. Keduanya dijerat Pasal 6 ayat 1 huruf a undang-undang tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-satu KUHP dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.

JPU juga menjerat keduanya dengan dakwaan subsider Pasal 13 undang-undang tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.