Fatwa MUI tentang arah kiblat

Mekkah
Image caption Fatwa MUI meminta penyesuaian arah kiblat di Indonesia.

Sepekan setelah difatwakan MUI, hampir tak ada perubahan dalam penyesuaian arah kiblat umat Islam di Indonesia.

Padahal Majelis Ulama Indonesia, MUI, sudah menyerukan agar umat Islam menyesuaikan arah kiblat sehingga dalam minggu ini sholat sudah tepat mengarah ke kota Mekkah.

Sebagian umat Islam mengatakan tidak ada yang baru dari fatwa MUI tersebut karena sejak dulu arah kiblat sebagian besar masjid di Indonesia sudah menghadap ke Barat Laut.

Media playback tidak ada di perangkat Anda

Dan ratusan jemaah yang melakukan sholat lohor di Masjid Istiqal Selasa (20/07) tetap menggunakan arah kiblat yang selama ini tertera di barisan tikar.

Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal, BPPMI, Mubarok, mengatakan masjid yang dibangun tahun 1960-an itu sudah menggunakan alat modern, yaitu kompas untuk menentukan arah kiblat, yang sesuai dengan fatwa MUI.

"Karena ini termasuk bangunan yang agak akhir, jadi kemungkinan tidak terlalu jauh berbeda, kemungkinannya begitu," kata Mubarok.

Ada kebingungan

Seruan perubahan arah kiblat juga tidak diumumkan organisasi Islam Muhammadiyah kepada ribuan masjid dan jutaan jemaahnya.

Pelurusan arah kiblat, menurut Ketua Lembaga Tajdid yang juga salah satu Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas, sudah dilakukan ormas Islam itu seratus tahun lalu.

"Muhamadiyah sudah menyesuaikan arah kiblat sejak seratus tahun lalu, pada jaman Kyai Ahmad Dahlan kami sudah menyesuaikan arah kiblat," tuturnya.

Lantas bagaimana dengan warga biasa?

"Sesungguhnya yang saya jalani di daerah saya di tempat tinggal saya, masih tetap saja arah seperti yang kemarin kita laksanakan," kata seorang warga Jakarta.

Sedangkan seorang jemaah asal Riau megungkapkan kebingungannya.

"Kita harapkan ulama kita satu hati semua, satu kata semua, jangan ada sebagian ulama yang menyatakan ada perubahan kiblat, sementara ulama lain tidak menyatakan seperti itu," tuturnya kepada BBC Indonesia.

Ketua Komisi Fatwa MUI, Ma'ruf Amin, mengakui ini bukan keputusan yang sama sekali baru.

Fatwa yang dibuat MUI, tambah Ma'ruf, merupakan peneguhan karena sebelumnya sempat muncul fatwa bahwa arah kiblat adalah ke Barat, bukan Barat Laut seperti yang baru diumumkan.

Sejumlah masjid bekas lokasi gempa di Padang, dan juga di Sulawesi Selatan, dilaporkan sudah menyesuaikan arah kiblatnya setelah penerbutan fatwa MUI tentang arah kiblat ini. Demikian pula beberapa mesjid di Sulawesi Selatan.

Berita terkait