Darmin banyak ditanyai pengawasan bank

Darmin Nasution
Image caption Darmin menantang anggota DPR membuka berbagai isu tentang dirinya

Dalam sesi-tanya jawab di tengah uji kepantasan dan kepatutan selaku calon Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, sejumlah pertanyaan terkait kebijakan pengawasan bank dan peran Otoritas Jasa Keuangan OJK yang ditanyakan anggota Komisi XI DPR.

Pertanyaan itu sebagian dikaitkan dengan peran Darmin dan Bank Sentral, yang dianggap gagal mengantisipasi dan menyelesaikan skandal Bank Century.

Darmin mengatakan telah menyusun aturan baru, dimana bank bermasalah kini mendapat prioritas pengawasan yang jauh lebih ketat dari sebelumnya.

Media playback tidak ada di perangkat Anda

"Nanti kita bisa batasi bahwa bank dalam pengawasan intensif hanya bisa satu tahun. Kalau memang masalahnya sangat rumit, atas keputusan dan pertimbangan yang jelas, bisa diperpanjang satu tahun lagi,"katanya.

Tetapi bila setelah ada masa pertimbang 3-6 bulan bank tak kunjung membaik, maka bank tersebut akan ditutup. Perbedaan dengan aturan BI sebelumnya, menurut Darmin adalah pengenaan batas waktu ketat yang sebelumnya tidak ada.

Terkait peran OJK, Darmin yang saat menjabat sebagai Direktur Jendral Pajak menggagas usulan pembentukannya, kini beralih pendapat dengan menganggap OJK bisa dibentuk tetapi tidak dengan kewenangan terlalu besar.

Diputuskan malam

Darmin, 62 tahun, saat ini menjabat sebagai Deputi Senior Bank Indonesia dan menjadi satu-satunya calon gubernur menggantikan Miranda Goeltom yang pensiun tahun lalu.

Pencalonan Darmin oleh Presiden Susilo bambang Yudhoyono disambut pro dan kontra.

Pendukungnya menyebut sosok Darmin diterima pasar. Sementara pengkritiknya mengaitkan Darmin dengan kasus Century serta dugaan peringanan pajak.

"Soal isu-isu selama saya menjabat sebagai Dirjen Pajak atau yang lainnya, silakan dibuka saja semuanya di sini,"kata Darmin di tengah acara yang diliput langsung ratusan wartawan.

Mayoritas fraksi DPR diberitakan mendukung pencalonannya.

"Saya agak menduga 60 persen kemungkinan akan mengarah untuk menerima Darmin,"kata Andi Rahmat dari Fraksi PKS di Komisi XI.

Sementara menurut Eva Sundari, anggota Fraksi PDI Perjuangan, sikap Darmin terkait kebijakan OJK yang berubah menunjukkan selaku pejabat penting dirinya kurang berwawasan ke depan. Meski demikian Eva mengatakan PDIP belum memutuskan.

"Belum ada, masih cair. Beberapa orang mengatakan yes beberapa no,"tambah Eva.

Tanya-jawab dijadwalkan berlangsung hingga sore sehingga malam nanti Komisi XI sudah akan menghasilkan keputusan apakah mendukung atau menolak pencalonan Darmin.

Darmin Nasution yang lahir di Tapanuli tahun 1948 menamatkan pendidikan tingkat doktoral dari jurusan ekonomi di Universitas Sorbonne Paris.

Saat ini Darmin merangkap jabatan sebagai pelaksana tugas gubernur bank sentral.