Pakistan pelajari cara atasi terorisme

Menhan Purnomo Yusgiantoro
Image caption Pakistan berharap mempelajari cara hadapi gerilya teror dari Indonesia

Pemerintah Pakistan akan mempelajari tata cara mengatasi masalah terorisme yang dilakukan dengan cara gerilya dari pengalaman pemerintah Indonesia.

Ini adalah bagian dari sejumlah butir kesepakatan dua negara yang ditandatangani dalam bentuk perjanjian pertahanan Indonesia-Pakistan yang diwakili masing-masing menteri pertahanan di Jakarta Rabu (21/07).

"Pakistan ingin memahami mempelajari tata cara perang gerilya yang kita pahami karena soal ini kita sudah advanced didalamnya," kata Purnomo.

Menhan Pakistan Choudry Ahmed Mukhtar mengatakan baik strategi menghadapi gerilya teroris sangat diperlukan tentaranya yang untuk pertama kalinya diterjunkan menghadapi teroris.

"Negara anda juga sudah memerangi teroris ini... Tak ada yang mengenali mereka atau melihat mereka, tapi mereka sungguh ada. Ini sangat sulit," kata

Terkait apa saja butir perjanjian akan akan dilakukan dua negara dalam memerangi terorisme, Menhan Purnomo Yusgiantoro mengatakan rincian masih disiapkan.

"Yang lebih rinci masih disiapkan. Yang sudah disiapkan adalah joint naval exercise bulan Desember," kata Purnomo.

Menhan Pakistan mengatakan latihan gabungan kedua angkatan laut akan sangat berguna bagi negara itu melihat pengalaman bagaimana AL Qaida menyerang sebuah kapal perang AS di laut Yaman sehingga menewaskan sejumlah korban beberapa waktu lalu.

"Kami dijanjikan akan beroleh bantuan dan informasi terkait tata cara memerangi terorisme oleh saudara kami Indonesia."

Selain kerja sama militer, Pakistan juga datang dengan menawarkan sejumlah produk alat tempur berupa tank seta alat angkut personel bersenjata.

Kedatangan Menhan Pakistan ke Jakarta akan disusul oleh kedatangan Menhan AS Robert Gibbs, Kamis (22/07) besok.