Dua janda pahlawan tunggu vonis

Image caption PN Jakarta Timur akan jatuhkan vonis untuk dua janda pahlawan

Dua janda pahlawan, Roesmini dan Soetarti menurut jadwal akan menjalani sidang vonis hari Selasa (27/7) di Pengadilan Jakarta Timur.

Kedua perempuan tua ini didakwa menempati rumah yang bukan haknya ini mengaku sudah mempersiapkan diri menerima kemungkinan terburuk.

Kuasa hukum dua janda pahlawan, Alghifari Aqsa sudah menyiapkan langkah hukum untuk vonis yang akan dibacakan.

"Ketika kita dinyatakan bersalah, ya tentunya kami akan banding. Walaupun hanya divonis satu hari pun kami akan banding," kata Alghifari.

Menurut Alghifari kasus terkait penggunaan rumah dinas oleh janda pahlawan ini tidak bisa dijadikan kasus pidana.

"Kalau menang, ya kami meminta kepada pemerintah, kepada Kepolisian, dan kepada Kejaksaan supaya ini dijadikan preseden, supaya urusan rumah dinas tidak dijadikan masalah pidana," kata dia.

Rusmini dan Soetarti, yang usia keduanya hampir 80 tahun, dituntut negara karena dianggap telah menempati rumah yang bukan miliknya.

Rusmini adalah janda Achmad Kuseini, sedangkan Soetarti adalah janda HR Soekarno. Suami-suami mereka adalah anggota TNI Brigade 17 Tentara Pelajar yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata.

Roesmini dan Soetarti terlilit dugaan penyerobotan rumah dinas atas laporan Perum Pegadaian. Menurut Nugroho Agung Sambodo, putra Soetarti, mereka berniat membeli rumah tersebut sesuai peraturan yang berlaku.

Kedua pihak pun bersengketa secara perdata. Namun, Alghiffari Aqsa menyebut Perum Pegadaian justru menempuh jalan pidana.

Rusmini dan Soetarti dijerat Pasal 167 Ayat 1 KUHP dan Pasal 12 Ayat 1 jo 36 Ayat 4 UU R I No 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman dengan ancaman maksimal pidana penjara selama 2 tahun.

Sebelumnya jaksa menuntut pengadilan untuk menjatuhkan hukuman dua bulan kurungan.

Kasus ini pun telah mengusik kepedulian sebagian anggota masyarakat, setidaknya lewat dunia maya. Bahkan di situs jaringan sosial Facebook sudah muncul grup 'Janda Pahlawan Terancam Pidana' yang anggotanya sudah lebih dari 3.000 orang.