Penertiban situs porno di Indonesia

Video seks
Image caption Tifatul menegaskan larangan situs porno akan ditegakkan seterusnya.

Sehari menjelang memasuki bulan puasa (Selasa, 10/8), Kementrian Komunikasi dan Informasi mengumumkan rangkaian upaya pemblokiran situs porno di Indonesia yang ditempuh selama ini.

Dalam sebulan terakhir, menurut Menteri Kominfo Tifatul Sembiring, sudah sekitar 70% dari sekitar empat jutaan situs porno Indonesia yang diblokir dengan bantuan penyedia layanan koneksi internet swasta.

Media playback tidak ada di perangkat Anda

Tifatul mengakui pihaknya menggunakan momen sehari menjelang Ramadan untuk mengumumkan penegakan atas pelarangan situs porno di Indonesia dan sekaligus menegaskan aturan akan ditegakkan seterusnya.

Pemblokiran, tambah Tifatul mengandalkan sebuah sistem pemblokir situs bernama massive trust namun dia menyerahkan model dan teknologi pemblokiran pada masing-masing penyedia jasa layanan internet.

"Karena semua internet kecamatan yang dipasang oleh pemerintah sudah bebas dari situs porno. Namanya massive trust, bisa pakai itu."

"Tapi ketika kami kumpulkan ISP, mereka mengatakan ada cara-cara yang lebih efektif dan efisien yang bisa digunakan. Kami katakan terserah tapi yang penting outputnya adalah pornografi tidak keluar lagi."

Secara bertahap

Bagaimanapun ketika dicek hingga Selasa petang, hanya dengan membubuhkan kata 'seks' atau 'porno' di mesin pencari internet maka dengan mudah masih bisa ditemukan berbagai situs porno, baik berbahasa Indonesia atau Inggris.

Upaya memblokir situs porno memang tidak mudah, paling tidak begitulah menurut penyedia layanan internet atau ISP dan mereka memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri.

Menurut Direktur Informasi Telkom, Indra Utoyo, hingga saat ini para ISP masih menunggu aturan tertulis tentang situs mana lagi yang harus diblokir karena kemungkinan munculnya situs-situs baru.

"Jadi ini bertahap karena 'kan daftarnya akan terus kejar-kejaran. Nanti ada yang muncul lagi dan kita akan blok. Sambil kekuatan network kita juga disesuaikan untuk bisa melakukan filtering sekaligus menjaga tingkat layanan. Ini 'kan pasti ada effort dan resources yang harus disiapkan yang bisa berdampak pada bisnis juga."

Tidak ada catatan resmi berapa jumlah pengguna internet di Indonesia, meskipun pengguna jejaring sosial seperti Facebook mencapai 25 juta nama, sebagian melalui telepon genggam.

Berita terkait