Tim Komnas HAM akan selidiki kematian wartawan Papua

Jubi.com
Image caption Sejumlah media di Papua memberitakan kematian Adriansyah Matrais

Tim Investigasi bentukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang menyelidiki kematian Ardiansyah Matra'is wartawan TV Merauke akan mulai bekerja pekan depan.

Komisioner Komnas HAM, Johny Nelson Simanjuntak mengatakan tim harus mulai bekerja mulai pekan depan supaya tidak terlambat dalam mengejar fakta di sekitar kasus ini.

"Satu atau dua hari ini akan terbentuk timnya dan pada pekan ini mungkin akan segera diturunkan atau paling lambat pekan depan tim sudah mulai bekerja karena kalau setelah pekan depan tentu sudah terlambat," kata Johny kepada wartawan BBC Andreas Nugroho.

"Kematian yang mencurigakan tentu mengundang kami untuk melakukan penyelidikan ini dan tim ini tentu akan mencari penyebabnya dan kalau ini pembunuhan akan dicari siapa pembunuhnya."

Ardiansyah ditemukan meninggal pada akhir Juli lalu di sungai Maro, Merauke.

Akhir pekan lalu polisi mengatakan, berdasarkan hasil otopsi, Ardiansyah masih dalam keadaan hidup saat tenggelam di Sungai Gudang Arang, Merauke. Polisi juga menemukan adanya luka lebam dan jeratan tali pada lehernya.

Berkaitan dengan kematian mendiang, Komnas HAM membentuk tim penyelidik Komnas yang beranggotakan enam orang dengan melibatkan juga seorang anggota Komnas Ham Papua.

Minta dituntaskan

Sejumlah wartawan di Papua meminta kasus ini segera dituntaskan karena mereka mencurigai kematian Ardiansyah berkaitan dengan adanya tekanan terhadap sejumlah wartawan menjelang pemilihan kepala daerah di Merauke.

"Kemungkinan kematiannya berkaitan dengan penyelenggaraan pilkada sangat besar sekali, teror dilakukan dan dia dipilih sebagai martir sehingga pilkada tidak terpantau dengan baik," kata ketua Aliansi Jurnalis Independen Papua, Viktor Mambor.

Menurutnya seperti halnya Komnas HAM, AJI Papua akan segera membentuk tim investigasi untuk menyelediki kasus ini.

"AJI Jayapura akan membentuk tim investigasi dan kita akan boikot berita polda papua sampai mereka menemukan siapa pembunuhnya," katanya.

"Gugatan class action juga akan kita lakukan kepada polda jika hingga pekan depan belum bisa mengungkap kasus ini."

AJI Papua juga mempertanyakan pernyataan yang berbeda antara Kepolisian Daerah Papua dan Kepolisian Resort Papua dengan Mabes Polri soal penyebab kematian Ardiansyah Matra'is.

Mabes Polri menyebutkan adanya sejumlah luka pada tubuh sementara Kepolisian Daerah Papua dan Polres Merauke menyebut kematiannya karena bunuh diri.

Ardiansyah meninggal di saat berlangsungnya teror melalui sms kepada sejumlah wartawan setempat menjelang pemilihan kepala daerah setempat.

Berita terkait