32 polisi diperiksa terkait insiden Buol

Selain menelan korban jiwa, kerusuhan juga menyebabkan kerusakan bangunan
Image caption Selain menelan korban jiwa, kerusuhan juga menyebabkan kerusakan bangunan

Sebanyak 32 anggota Polri ditetapkan sebagai terperiksa kasus kerusuhan berdarah di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah yang mengakibatkan delapan warga sipil tewas tertembak dan puluhan lainya luka-luka.

Mereka yang berstatus diperiksa termasuk Kapolres Amin Litarso dan Wakil Kapolres Buol Kompol Ali Hadi Nur.

"Jumlahnya sudah 32 orang yang jadi terperiksa dan saat ini masih diproses oleh tim Propam Polda Sulteng dan Mabes Polri," kata Pelaksana Harian Kepala Bidang Humas Polda Sulteng Kompol Kahar Muzakkir di Luwuk, Rabu, seperti dikutip kantor berita Antara.

Menurut Kahar, mereka ditetapkan sebagai terperiksa setelah tim Bidang Profesi dan Pengamanan Polda diperkuat Mabes Polri menemukan adanya bukti keterlibatan mereka terkait kasus di Buol.

Kericuhan berdarah di Buol terjadi pada 31 Agustus lalu, setelah seorang tahanan tewas di dalam sel Polsek Biau. Massa warga yang tidak puas menyerbu kantor Polsek dan petugas keamanan kemudian melepaskan tembakan yang menyebabkan korban jiwa jatuh.

Selain Wakapolres Kompol Ali, Kapolres Buol AKBP Amin Litarso juga telah diperiksa oleh tim pemeriksa dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda serta Mabes Polri.

Menurut dia, pemeriksaan terhadap Kapolres Amin Litarso itu dilakukan terkait dengan tindakan dan tanggung jawabnya sebagai pengendali keamanan di Kabupaten Buol.

Berita terkait