Polisi Buol masih bisa dipidana

Polisi di Buol
Image caption Polisi yang terkena vonis melanggar etika, bisa juga kena hukuman pidana

Para aparat kepolisian resor Buol, Sulawesi Tengah masih bisa dikenai hukuman pidana lewat pengadilan pidana umum walaupun sidang disiplin dan etik Kepolisian Sulawesi Tengah kemarin hanya menjatuhkan hukuman kurungan 21 hari.

Selain 21 hari hukuman kurungan, Komisaris Ali Hadi Nur, yang ketika bentrokan di Buol, Sulawesi Tengah terjadi menjabat Wakapolres Buol, bersama Zakir Batudoka, yang menjabat Kapolsek Biau, dan Ajun Komisaris Nugroho sebagai Komandan Kompi Brimob Polda Sulten, juga ditunda kenaikan pangkat selama satu tahun.

Kerusuhan Buol yang terjadi akhir Agustus berawal dari tewasnya seorang warga di tahanan polisi. Masyarakat yang marah kemudian mendatangi kapolres dan akhirnya terjadi bentrokan yang menewaskan sedikitnya tujuh penduduk sipil akibat tembakan polisi.

Komnas HAM menganggap vonis internal kepolisian itu menunjukkan ketidak seriusan pihak kepolisian.

Salah satu komisarisnya, Ridha Saleh menilai penembakan itu tergolong pelanggaran HAM serius.

"Permintaan kita, pelanggaran yang dilakukan oleh aparat kepolisian disana yang terkait dengan masalah pidana, itu bukan di internal. Seharusnya dibawa ke pengadilan umum. Itu juga tuntutan para anggota keluarga korban," tegas Ridha Saleh.

Dianggap serius

Namun Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri, Marwoto Soeto kepada BBC mengatakan sidang internal kepolisian itu tidak menutup kemungkinan untuk pengadilan pidana umum.

"Kalau mereka melanggar tindak pidana, itu berlaku juga tindak pidana umum. Masih ada celah bagi masyarakat untuk melaporkan bahwa ada pelanggaran tindak umum biasa. Tapi biasanya aparat yang terkena hukuman karena pelanggaran etika, biasanya juga kena di pengadilan umum," tegas Marwoto.

Komnas HAM merencanakan untuk berkunjung kembali bertemu dengan keluarga korban sebagai bagian dari upaya untuk mendesakkan penegakan hukum atas pelanggaran HAM yang mereka anggap serius.

Dalam sidang internal etik kepolisian, Wakapolsek saat itu, Ali Hadi Nur, dinyatakan bersalah karena mengevakuasi pasukan dari Maplosek Biau ke Mapolres Buol yang tidak sesuai dengan instruksi pimpinan.

Dia bersama dua polisi lain yang dihukum 21 hari kurungan untuk kasus kerusuhan yang menewaskan tujuh warga penduduk, menyatakan keberatan atas vonis itu.

Berita terkait