Merapi kembali keluarkan awan panas

Image caption Kondisi Gunung Merapi relatif tenang meski masih mengeluarkan awan panas.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono menegaskan bahaya awan panas Gunung Merapi masih akan berlanjut.

"Sejauh ini bahaya awan panas masih terus ada. Sehingga para pengungsi kami harap bersabar menunggu suasana aman," kata Surono saat dihubungi BBC Indonesia.

Hari ini, Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas sebanyak tiga kali sejak pukul 5.30 WIB.

Ketiga semburan awan panas itu mengarah ke selatan lereng gunung yaitu ke arah Kali Gendol, Sleman.

"Namun dibanding saat meletus, ukuran awan panas sudah jauh lebih kecil," tambah Surono.

Meski masih mengeluarkan awan panas, kondisi Gunung Merapi sudah jauh lebih tenang.

Namun, status gunung hingga saat ini masih dinyatakan awas.

"Kami belum bisa memastikan hingga kapan status awas diberlakukan. Pokoknya hingga kondisi membaik status masih awas," tegas Surono.

Sejauh ini, letusan gunung Merapi sudah mengakibatkan setidaknya 32 orang meninggal dunia.

Sekitar 14.000 warga di sekitar Gunung Merapi yang terletak di Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman.

Salah satu lokasi pengungsian terbesar adalah di kawasan Hargobinangun, Pakem, Sleman, Provinsi DIY.

Mengenai penanganan korban letusan Merapi, pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Provinsi DIY tidak menentukan batas waktu tanggap bencana letusan Gunung Merapi.

"Terkait dengan upaya penanggulangan bencana Merapi, kami belum menentukan batasan waktunya," kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Posko Utama Penanggulangan Bencana Merapi di Pakem, Sleman, hari Rabu (27/10).