Sekelompok mahasiswa UI tolak Obama

Demo anti Obama
Image caption Meski disambut hangat, kehadiran Obama di UI juga diikuti demo

Meski disambut besar-besaran hingga meliburkan kegiatan perkuliahan dua hari terakhir, kegiatan Presiden Barack Obama di Universitas Indonesia juga banyak disambut protes.

Beberapa kelompok kegiatan mahasiwa UI melakukan aksi protes yang baru nampak setelah pidato Obama selesai karena dijaga ketat polisi dan tentara.

"Kami menolak Obama karena hubungan Indonesia-Amerika Serikat terbukti tidak menguntungkan rakyat Indonesia,"seru juru orasi Kelompok Forum Aksi Mahasiswa UI.

Aksi demo dengan puluhan mahasiswa ini bahkan sempat menimbulkan bentrok dengan petugas pengamanan dalam kampus karena diikuti dengan aksi merobek dan membakar foto Presiden Obama di halaman stasiun Kereta Api kampus UI, Depok.

"Kedatangan Obama dikawal dengan pengamanan super ketat dari Brimob hingga tentara, sementara kami mahasiswa malah dipukuli aparat," protes seorang mahasiswi.

Sementara Kelompok Dakwah Kampus Nasional UI dengan ratusan peserta menggelar demo dengan menggunakan kendaraan bak terbuka dan pengeras suara, menyuarakan protes akibat kebijakan pemerintah AS dikawasan Timur Tengah yang dinilai merugikan masyarakat Islam.

"Mana janji Obama untuk memperbaiki hubungan dengan dunia Islam?"kata juru demo kelompok ini, yang disambut sorak-sorai peserta aksi.

Sambutan meriah

Namun aksi demonstrasi hampir tak terendus liputan media massa karena ketatnya pengamanan aparat.

Lingkar dalam seputar kampus sudah dinyatakan steril dan ditutup dari lalu lintas bahkan warga kampus, sejak pukul 07.00 WIB.

Image caption Kebijakan AS di Timur Tengah menjadi salah satu tema protes aksi demo

Jajaran tank, meriam air, dan polisi anti huru hara memagari kawasan kampus UI hingga radius beberapa kilometer.

Hasilnya, agenda pidato Presiden Barack Obama berjalan nyaris tanpa hambatan.

Beberapa bagia pidatonya juga dihujani tepuk tangan dan sambutan meriah para hadirin, ribuan undangan dan mahasiswa yang mengantongi undangan khusus di Balairung UI.

"Bagian paling menyentuh adalah pengakuan Presiden Obama yang menyebut bagaimana masyarakat Indonesia yang majemuk ternyata justru merupakan masyarakat yang memiliki toleransi besar terhadap perbedaan agama,"kata Indra Mukti, mahasiswa Fakultas Teknik.

Sementara Ade Ariantika menilai janji Obama untuk memperbaiki hubungan ekonomi dan pendidikan merupakan bagian pidatonya yang paling penting.

"Itu menunjukkan bukan kunjungan (seremonial) saja, tapi ada manfaat lain,"tambahnya.

Dalam pidatonya Presiden Obama banyak memuji masyarakat Indonesia terkait praktek toleransi beragama, janji membuka kesempatan lebih luas untuk mahasiswa Indonesia belajar ke AS, serta menjelaskan posisi negaranya terkait kebijakan di Timur Tengah.

Dengan fasih Obama juga menyebutkan sejumlah kata dan kalimat dalam bahasa Indonesia, yang disambut gemuruh tepuk-tangan hadirin.

Berita terkait