Sejarawan Des Alwi meninggal dunia

Kabar Des Alwi berpulang menjadi pembicaraan di media nasional
Image caption Kabar Des Alwi berpulang menjadi pembicaraan di media nasional

Tokoh nasional dan sejarawan Des Alwi tutup Jumat dini hari (12/11) di Jakarta.

Menjelang meninggal, almarhum tengah menjalani masa penyembuhan pasca operasi by-pass jantung.

Jenazah Des Alwi diterbangkan ke menuju ke tanah kelahirannya, Banda Neira, Maluku untuk dimakamkan secara militer.

Des Alwi Abubakar, demikian nama lengkapnya, lahir di Banda Neira, 17 November 1927.

Dia dikenal memiliki hubungan dekat dengan banyak pelaku sejarah zaman pergerakan Indonesia merdeka, termasuk mereka yang diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda ke Boven Digul.

Di antaranya, Des kecil akrab dengan Dr Muhammad Hatta, dr Tjipto Mangunkusumo, dan Mr Iwa Kusumah Sumantri.

Saat bertemu Hatta dan Sjahrir di tempat pembuangan, Des Alwi baru berusia 8 tahun dan duduk di kelas dua ELS (Europeesche Lagere School). Dia kemudian diangkat anak oleh Sjahrir.

Di Jakarta, Des Alwi dikenal sebagai karena kepiawaian dalam berdiplomasi dan melobi berkat pengalamannya bergaul dengan tokoh-tokoh besar.

Dia kemudian juga menjadi tokoh simbol masyarakat Banda.

Dia juga dikenal sebagai kolektor film dokumenter terkait dengan perjalanan sejarah perjuangan kemerdekaan.

Menjelang akhir hayatnya, dia menjadi salah seorang anggota Eminent Persons Group (EPG) Indonesia-Malaysia.

Berita terkait