Sumiati tuntut majikan dihukum berat

Sumiati

Sumiati, tenaga kerja Indonesia yang dianiaya di Arab Saudi menuntut agar majikannya dihukum seberat-beratnya, kata deputi perlindungan perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Safruddin Setia Budi.

"Keinginan Sumiati adalah agar majikannya dihukum seberat-beratnya seperti yang ia alami saat ini," kata Safruddin yang mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar, menjenguk Sumiati di rumah sakit di Medinah.

Safruddin juga mengatakan telah memberi tahu Sumiati agar berhati-hati bila ada yang meminta tanda tangan sebagai petunjuk permintaan damai.

"Hukum di Arab memungkinkan orang untuk berdamai. Bila berdamai dengan uang tertentu, dakwaan pidana sudah tidak berlaku lagi," kata Safruddin.

"Sumiati secara tegas meminta majikan dihukum seberat-beratnya. Jadi tidak dibuka adanya perdamaian," tambahnya.

Konsulat Jendral Indonesia di Jeddah, menurut Safruddin juga telah menempatkan staf selama 24 jam penuh untuk mengamankan bila "ada orang tertentu yang minta tanda tangan atau cap jempol" untuk upaya damai.

Lapis legit dan mangga

Menteri Pemberdayaan Perempuan Linda Gumelar berada di Medinah untuk melihat kondisi Sumiati dan memastikan proses hukum terhadap majikannya.

Secara fisik dan psikologis, menurut Safrudin, kondisi Sumiati sudah membaik.

"Perkembangannya maju pesat...secara psikologis juga bagus, berbagai gurauan bisa dijawab dengan baik," kata Safruddin.

Tetapi menurutnya, perawatan secara fisik masih panjang karena ada sejumlah hal yang perlu ditangani, termasuk perawatan bibir, hidung dan telinga.

Sementara itu, Endang Murniati, kepala biro hukum dan humas yang juga ikut menjenguk Sumiati mengatakan tenaga kerja asal Nusa Tenggara Barat itu melahap oleh-oleh lapis legit dan mangga yang dibawa dari Jakarta.

"Dia minta lapis legit dan mangga dan dibawa bu menteri dari Jakarta. Dan begitu dipotong dia langsung makan dengan lahapnya," kata Endang.

Berita terkait