Dewan Pers: 4 wartawan langgar kode etik

Pena dan kalkulator
Image caption Empat kuli tinta meminta saham IPO Krakatau Steel

Dewan Pers memutuskan empat wartawan melanggar kode etik ketika meminta hak istimewa dalam pembelian saham penawaran perdana (IPO) PT Krakatau Steel.

Empat wartawan itu bekerja di situs berita internet detik.com, harian Seputar Indonesia, harian Kompas, dan Metro TV.

Dalam pernyataannya, Dewan Pers mengatakan kesimpulan adanya pelanggaran kode etik dicapai setelah meminta keterangan dari Metro TV, harian Seputar Indonesia, harian Kompas, detik.com, Mandiri Sekuritas dan konsultan IPO Krakatau Steel, Henny Lestari.

Namun Dewan Pers mengatakan belum menemukan bukti kuat tentang terjadinya pemerasan yang dilakukan wartawan sehubungan dengan kasus pemberitaan IPO PT Krakatau Steel.

Harian Seputar Indonesia dan Detik.com mengatakan wartawan mereka telah mengundurkan diri sehubungan dengan pelanggaran kode etik ini.

Sementara itu Harian Kompas telah memberhentikan wartawannya yang terlibat dalam persoalan ini.

Dewan Pers memutuskan bahwa wartawan Kompas tersebut dengan sengaja berusaha menggunakan kedudukannya untuk meminta diberi kesempatan membeli saham IPO PT Krakatau Steel.

Sementara Metro TV menyatakan membuka diri untuk menjatuhkan sanksi kepada wartawannya, jika yang bersangkutan terbukti melanggar Kode Etik Jurnalistik.