Sidang penusukan jemaat Gereja Ciketing

sidang anggota fkui di bekasi
Image caption Para pendukung FKUI memenuhi Pengadilan Negeri Bekasi

Tiga belas anggota Forum Kerukunan Umat Islam (FKUI) Bekasi hari Rabu (29/12) disidang dalam kasus penusukan terhadap jemaat Gereja HKBP Ciketing Bekasi.

Bentrokan antara massa jemaat gereja dan sejumlah anggota FKUI Bekasi pada 12 September menyebabkan dua orang luka dari pihak HKBP, termasuk pendeta Luspida Simandjuntak.

Para anggota FKUI dikenai sejumlah dakwaan, antara lain pasal aksi kekerasan bersama, perusakan, dan tindakan tidak menyenangkan terhadap orang lain.

Tiga dakwaan ini juga dikenakan terhadap Murhali Barda, ketua FKUI Bekasi yang juga ketua Front Pembela Islam Bekasi.

"Ancaman hukuman maksimalnya tujuh tahun penjara," kata Jaksa Penuntut Umum TM Pakpahan usai sidang di Pengadilan Negeri Bekasi.

Terdakwa tidak mengajukan pembelaan namun meminta hakim mengabulkan permintaan pengubahan tempat penahanan dari rutan menjadi tahanan rumah.

Dijaga ketat polisi

Kasus ini merupakan salah satu kasus hukum terbesar yang pernah terjadi di wilayah Kotamadia Bekasi.

Karena besarnya jumlah terdakwa, PN Bekasi menggunakan lima ruang sidang sekaligus.

Polisi menjaga ketat lokasi PN Bekasi dan membatasi jumlah pengunjung sidang.

"Kita kerahkan tiga Satuan Setingkat Kompi," kata Kapolres Bekasi Komisaris Besar Imam Sugiarto.

Ratusan pendukung Murhali dan para terdakwa memenuhi persidangan sejak pagi.

Mereka berkali-kali meneriakkan takbir di ruang sidang dan bahkan mengerahkan sebuah kendaraan berpengeras suara untuk menyampaikan tuntutan agar Murhali dibebaskan.

Saat menuju kendaraan tahanan, Murhali bahkan sempat berpidato dengan pengeras suara milik polisi untuk menyapa para pendukungnya.

"Saya akan segera bebas dan berjuang kembali," kata Murhali.

Kasus HKBP Ciketing menjadi pusat perhatian akibat konflik pendirian rumah ibadat yang dipersoalkan warga.

Pemda Bekasi mendukung pelarangan itu berdasarkan SKB tiga menteri tentang pendirian rumah ibadat, namun kini menyediakan sebuah lokasi pengganti yang sudah disepakati jemaat HKBP.

Berita terkait