Langkah Komodo terganjal

Komodo
Image caption Kampanye yang lamban membuat Komodo ditangguhkan sebagai finalis New7Wonders

Keikut sertaan Komodo sebagai salah satu finalis 7 Keajaiban Dunia Alam yang baru dipastikan terganjal karena secara resmi Yayasan New7Wonders mengumumkan kalau status Komodo sebagai finalis ditangguhkan, mulai 7 Februari 2011.

Dengan adanya kebijakan ini maka semua suara yang sudah terkumpul untuk Komodo selama masa kampanye tidak akan diperhitungkan dan posisinya akan diganti oleh calon lain yang berada di daftar cadangan.

Padahal posisi sementara Taman Nasional Komodo sebenarnya tidak terlalu buruk meski naik-turun berkisar antara peringkat 13 dan 18 dari lebih 26 kandidat.

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sendiri pernah menyebutkan kalau pihaknya mengalami kesulitan dalam mengkampanyekan Komodo sebagai salah satu 7 Keajaiban Dunia Alam yang baru.

Dirjen Pemasaran Departemen Budaya dan Pariwisata Sapta Nirwadar mengatakan selain sistem pemilihan internet yang kurang transparan, ia juga menyayangkan minimnya amino masyarakat Indonesia untuk ikut berpatisipasi.

"Kendala promosi yang harus lebih agresif dan itu need money dan need support dari semua orang terutama kita mobilisasi dana pemerintah dan mobilisiasi dana masyarakat dalam artian masyarakat ikut voting aja itu sudah bagus," ujar Nirwana.

"Oleh karena itu kita juga sangat tergantung dari voting-voting di dunia internasional," ujar Nirwana.

Sebelumnya Indonesia juga pernah mengalami kekalahan ketika Borobudur tidak masuk dalam daftar 7 Keajaiban Dunia yang baru.