Polda Aceh gelar patroli amankan pekerja pendatang

Hak atas foto AP
Image caption Polda Aceh mulai menggelar patroli untuk mengamankan pekerja bangunan pendatang, menyusul kasus penembakan terhadap mereka.

Polda Aceh mulai menggelar patroli di wilayah yang banyak dihuni para pekerja bangunan pendatang, setelah kasus penembakan terhadap pekerja bangunan terulang kembali, Kamis (5/1) malam.

Pada Kamis (5/1) malam, tiga orang pekerja bangunan asal Semarang, Jawa Tengah, terluka parah, setelah ditembak orang tidak dikenal di kawasan Simpang Aneuk Galong, Aceh Besar.

Sebelumnya, penembakan terhadap pekerja pendatang dan warga transmigran terjadi di Aceh Utara terjadi, Minggu (01/01), serta di Bireun satu hari sebelumnya. Tiga orang tewas dalam dua kejadian terpisah ini.

Kadiv Humas Polda Aceh Kombes Gustav Leo mengatakan, patroli itu untuk melindungi pekerja bangunan asal luar Aceh, menyusul rentetan kasus penembakan belakangan.

"Sampai saat ini beberapa kasus penembakan yang terjadi akhir dan awal tahun, memang pola dan sasaran serta caranya, (ditujukan) kepada masyarakat pekerja pendatang," kata Gustav Leo kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, melalui telepon, Jumat (6/1) pagi.

Menurutnya, patroli polisi ini akan melibatkan pula anggota TNI.

"Untuk sinergitas, karena kebetulan sama-sama menjaga kamtibmas, apalagi pelaku menggunakan senjata api," jelas Gustav.

Sejauh ini polisi masih mengejar pelaku penembakan pada Kamis malam, yang menurut saksi mata, terdiri dua orang yang mengendarai sepeda motor. "Dan, mereka menggunakan senjata genggam," tandasnya.

Semua pelaku rentetan kasus penembakan sejak akhir tahun lalu juga belum berhasil ditangkap.

Pekerja dipulangkan

Sebelum serangan tembakan pada Kamis malam terhadap pekerja bangunan asal Jawa, sejumlah laporan menyebutkan, Telkomsel telah memulangkan puluhan pekerja galian kabel yang bekerja untuk mereka.

Sedikitnya 50 orang pekerja bangunan Telkomsel dipulangkan dari Bireun ke daerah asalnya, Aceh, Kamis (5/1). Mereka disebutkan kebanyakan berasal dari Jember, Jawa Timur.

Kombes Polisi Gustav Leo mengakui pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Telkomsel terkait poses pemulangan ini.

"(Makanya) kita menempatkan beberapa personil yang langsung melekat pada pekerja bangunan pendatang di wilayah masing-masing," tandasnya.

Terkait motif kasus penembakan yang disebut-sebut terkait konflik Pilkada Aceh, Gustav menyatakan arah penyelidikan belum diarahkan ke arah sana. "Sejauh ini masih semata kriminal," kata Gustav.

Data Polda Aceh menyebutkan, sepanjang 2011 terjadi 40 kasus kekerasan dan 26 di antaranya telah diungkap dan sebagian besar menggunakan senjata api.

Polisi, menurutnya, sepanjang 2011 telah menyita 44 pucuk senjata -laras panjang dan genggam- granat pelontar dan hampir 7.000 amunisi aktif.

Berita terkait