Inggris tarik limbah beracun dari Indonesia

limbah beracun
Image caption Pejabat KLH di Tanjung Priok memperlihatkan keberadaan peti kemas dengan limbah beracun.

Pemerintah Inggris sepakat untuk mengambil kembali 89 peti kemas atau 1.800 ton limbah beracun, yang tiba di Indonesia Januari lalu.

Peti kemas itu ditulis sebagai besi bekas namun para pejabat bea cukai Indonesia mengatakan, yang ditemukan adalah cairan kimia beracun, plastik, dan limbah barang elektronik.

Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia mengatakan peti-peti kemas yang berada di pelabuhan Tanjung Priok itu dijadwalkan akan tiba kembali di Inggris bulan depan.

Berdasarkan hukum internasional, Indonesia dapat menerima besi bekas untuk didaur ulang namun bukan limbah beracun.

Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya bulan Januari lalu memberi pernyataan terkait kiriman limbah beracun Inggris, ''Material yang dikirim ke sini harus aman dan bersih. Tetapi yang dikirim ini melanggar hukum.''

Andy Higham yang memimpin penyelidikan dari Badan Lingkungan Inggris akan kelolosan pengiriman limbah beracun itu menjanjikan ''langkah tegas sesuai dengan bukti yang didapat dari pengiriman ilegal limbah beracun ini.''

Dokumen yang menyertai pengiriman limbah beracun itu menunjukkan bahwa pengiriman dilakukan oleh perusahaan yang berasal dari Belanda dan Inggris.

Berita terkait