Saksi FBI menyebut Umar Patek anggota JI

Hak atas foto AFP
Image caption Umar Patek disebut sebagai ahli bom dan dianggap anggota Jamaah Islamiyah.

Sidang lanjutan tersangka teroris Umar Patek mendengarkan keterangan saksi seorang agen khusus Biro Penyelidik Federal AS, FBI, yang menyebut tersangka merupakan anggota organisasi teroris Jamaah Islamiyah, JI.

Di dalam ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Barat, agen FBI Frank Pellegrino mengaku telah memeriksa sedikitnya 20 orang anggota kelompok Islam militan yang kebanyakan terkait organisasi Al-Qaeda dan Jamaah Islamiyah di wilayah Asia Tenggara.

Dari keterangan mereka, menurut Pellegrino, Umar Patek merupakan salah-seorang tokoh kunci di balik serangan bom Bali Oktober 2002.

"Kebanyakan mereka mengenali Patek dan menyebutnya sebagai pemimpin, ahli pembuat bom, dan memahami bagaimana cara meledakkannya," kata Frank Pellegrino.

"Patek juga ahli meracik bahan kimia untuk bahan pembuatan bom serta mengajarkannya kepada orang-orang itu," tambahnya.

Dalam upaya menyingkap jaringan Al-Qaedah dan JI, Frank Pellegrino disebutkan pernah ke Bali usai serangan bom di wilayah Kuta, pada 2002.

Pellegrino disebut pula sebagai penyidik FBI yang bertugas menangkap salah-seorang tersangka serangan 9/11, Khalid Sheikh Mohammed, yang ditangkap di Pakistan, Maret 2003.

Di hadapan majelis hakim, Pellegrino sejak awal melihat serangan bom Bali terkait organisasi JI setelah adanya ancaman serangan terhadap Kedubes AS di Singapura pada 2001.

Umar Patek sejak awal membantah dirinya sebagai anggota JI.

Jamaah Islamiyah

Kesaksian Pellegrino juga menyebutkan, usai serangan bom Bali, nama Patek paling banyak disebut.

"Sketsa wajah yang dibuat saat itu langsung mengarah kepada Patek, dan kami sadar bahwa semua ini mengarah kepada organisasi JI, " ungkapnya.

Hal ini juga didasarkan hasil diskusinya dengan aparat kepolisian Indonesia, yang sejak awal menyebut tersangka sebagai ahli pembuat bom.

Hak atas foto AP
Image caption Agen FBI Frank Pellegrino menyebut Umar Patek sebagai ahli pembuat bom dan anggota Jamaah Islamiyah.

Selain menghadirkan agen FBI, persidangan ini juga mendatangkan ahli forensik dari Australia yang terlibat penyelidikan kasus bom Bali 2002, David John Royds.

Dalam kesaksiannya, David John Royds menjelaskan bahan-bahan yang digunakan Patek dalam meracik bom yang diledakkan di Bali.

Dia membenarkan telah memeriksa sidik jari yang ditemukan di dalam rumah yang disebut ditempati Patek serta dari lokasi ledakan bom.

Umar Patek sebelumnya telah didakwa melakukan pembunuhan berencana dan terorisme, dengan ancaman hukuman mati.

Dalam dakwaan jaksa, Umar Patek juga dianggap terlibat pelatihan militer di pengunungan Jalin Jantho Aceh, ledakan bom Bali 12 Oktober 2002 dan peristiwa bom natal di beberapa gereja di Jakarta pada Desember 2000.

Dalam kasus ledakan bom Bali, Oktober 2002, jaksa mengatakan bahwa Patek meracik bahan peledak untuk serangan pada dua lokasi di Bali atas permintaan Imam Samudera.

Umar Patek ditangkap Abbotabad, Pakistan pada awal 2011 lalu, dan diekstradisi ke Indonesia pada Agustus tahun lalu.

Berita terkait