Pengadilan mulai periksa Umar Patek

Umar Patek Hak atas foto AFP
Image caption Umar Patek selalu membantah dia memimpin serangan Bom Bali I 2002.

Proses persidangan tersangka pelaku Bom Bali I 2002, Umar Patek pada Senin (7/5) memasuki tahapan pemeriksaan terdakwa.

Patek, 45, didakwa merancang bom yang menghancurkan dua klub malam di Bali pada 12 Oktober 2002 yang menewaskan 202 orang termasuk 88 orang warga Australia.

Selain itu Patek juga diyakini terlibat aksi pengeboman sejumlah gereja di Jakarta pada malam Natal 2000.

Patek yang diyakini merupakan ahli merancang bom jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang terkait Al Qaeda dijerat enam dakwaan termasuk pembunuhan, pembuatan bom dan kepemilikan senjata ilegal.

Dalam sidang sebelumnya, jaksa penuntut mengatakan akan mengusahakan hukuman mati untuk Patek.

Tiga anggota JI lainnya, Mukhlas, Amrozi dan Imam Samudera telah terlebih dahulu menjalani eksekusi mati pada November 2008.

Dalam sidang kali ini, Patek diharapkan bisa memberikan keterangan lebih dalam tentang serangan bom Bali untuk pertama kalinya sejak sidang ini dimulai 13 Februari lalu.

Peran kecil

Hak atas foto Reuters
Image caption Umar Patek diyakini merancang bom yang digunakan dalam aksi Bom Bali I.

Sepanjang sidang ini, salah satu bukti yang muncul adalah pemberian uang sebesar US$300.000 untuk JI dari Osama bin Laden untuk membiayai perjuangan di Asia Tenggara.

Dan, Patek kemungkinan besar sempat bertemu Bin Laden di Abbottabad, Pakistan. Namun, Patek berulang kali membantah tudingan ini.

Patek juga membantah dia memimpin pembuatan bom dan mengatakan dia hanya memiliki peran kecil dalam serangan Bom Bali I.

Namun, berdasar kesaksian seorang agen FBI Frank Pellegrino menyatakan Patek dikenal luas sebagai seorang ahli merancang bom.

Menurut Pellegrino, sejumlah saksi yang ditanyai FBI di Filipina mengatakan Patek ingin kembali ke Pakistan dan Afghanistan untuk bekerja bersama Osama bin Laden.

Buronan terpenting

Patek pernah menjadi buronan paling dicari di Indonesia dan sempat menghilang hampir selama 10 tahun.

Peran Patek yang penting sampai membuat Amerika Serikat memberikan hadiah US$1 juta bagi siapapun yang bisa menangkap atau memberi informasi keberadaan Patek.

Akhirnya Patek tertangkap di Abbottabad, Pakistan pada 25 Januari 2011 dan diekstradisi ke Indonesia pada Agustus tahun yang sama.

Dan pada Mei 2011, pasukan khusus Amerika Serikat dalam sebuah operasi militer menewaskan Osama bin Laden di kota yang sama,

Berita terkait