Umar Patek dituntut hukuman seumur hidup

Umar Patek Hak atas foto AFP
Image caption Umar Patek dituntut hukuman seumur hidup karena perannya dalam Bom Bali I.

Terdakwa kasus terorisme Bom Bali I Umar Patek terancam menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi setelah hakim menuntut hukuman seumur hidup dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (21/5).

Saat sidang dimulai Februari lalu, jaksa penuntut Bambang Suharyadi saat itu mengatakan akan mengajukan tuntutan hukuman mati bila Patek terbukti bersalah.

Namun, kemudian ancaman hukuman itu diturunkan menjadi penjara seumur hidup karena Patek dianggap menyesal atas perbuatannya dan selalu bekerja sama.

"Kami jaksa penuntut menyatakan menuntut pengadilan menjatuhkan hukuman seumur hidup untuk Umar Patek," kata Bambang Suharyadi saat membacakan tuntutannya.

"Dia (Patek) sangat sopan dan menunjukkan kerja sama sepanjang pengadilan dan menunjukkan rasa menyesal," tambah Suharyadi.

Patek didakwa terlibat dalam aksi Bom Bali I pada Oktober 2002 yang menewaskan 202 orang kebanyakan warga negara asing termasuk 88 orang warga negara Australia.

Minta maaf

Patek memang menunjukkan rasa penyesalannya secara terbuka dalam sidang pada 7 Mei lalu. Saat itu, Patek menyampaikan permintaan maafnya kepada para korban bom.

"Saya menyesal atas apa yang sudah saya lakukan. Saya meminta maaf kepada keluarga korban tewas, baik warga Indonesia maupun warga asing," kata Patek di dalam sidang.

Patek juga dituding sebagai pakar bom untuk organisasi Jemaah Islamiyah (JI), organisasi teror di Asia Tenggara yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.

Patek membantah memimpin serangan bom di Bali. Dia mengatakan hanya menjalankan peran kecil dalam peristiwa tragis itu.

Tetapi Patek mengaku telah mencampur berbagai bahan kimia untuk digunakan sebagai peledak.

Namun lelaki berusia 45 tahun itu mengatakan tidak tahu bagaimana bom itu akan digunakan.

Tak kenal Osama

Patek yang ditangkap di Abottabad, Pakistan, Januari tahun lalu itu mengaku tidak pernah mengenal Osama bin Laden.

Dari berbagai bukti di pengadilan menunjukkan Bin Laden memberi uang sebesar US$30.000 untuk membiayai jihad dan kehadiran Patek di Abbotabad adalah untuk bertemu dengan pimpinan Al-Qaeda itu.

Patek pernah dianggap sebagai buronan paling penting di Indonesia dan menghabiskan sepuluh tahun untuk pelarian.

Bahkan pemerintah Amerika Serikat menawarkan US$1 juta bagi siapapun yang bisa menangkapnya.

Berita terkait